Depok || Radarpost.id
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh makna dan nilai kehidupan. Selain menjadi momentum ibadah kepada Allah SWT, Idul Adha juga mengajarkan pentingnya kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi antar sesama.
Melalui ibadah kurban, masyarakat diajak untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan, kebahagiaan dan persaudaraan.
Masyarakat berkumpul untuk bersama-sama menyaksikan proses kurban. Anak-anak, remaja, hingga orang tua turut merasakan semangat kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi.

Pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, menurut Tokoh Masyarakat H. Abdul Satar untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Tahun ini, Haji Abdul Satar menyalurkan 11 ekor sapi kurban Limosin ke warga masyarakat, tokoh tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga.
“Alhamdulillah, ini adalah sumbangan dari pak Menteri KKP, dari PT Tower bersama grup, PT EMKES TBK, Master Setim TBK, PT LINTAS, PT TRG, dari pribadi pak Trenggono dan dari Saya pribadi,” kata Haji Satar.

Penyaluran dilakukan melalui pondok pesantren, panti asuhan, masjid, dan musala, ketua RT, RW yang melaksanakan penyembelihan bersama masyarakat.
“Kami secara Pribadi dan Keluarga mengucapkan terima kasih, atas bantuan dan sumbangan sapi ini, inilah nilai persahabatan dan kebersamaan serta kebahagiaan untuk seluruh Warga Kota Depok dan sekitarnya,” tuturnya.
Suasana gotong royong terasa di Warga bersama ikut membantu proses penyembelihan, membungkus daging kurban, hingga mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
H. Satar mengatakan Idul Adha selalu menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan untuk kepentingan yang lebih besar.
“Idul Adha mengajarkan bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri-sendiri. Ada nilai berbagi, ada kepedulian, ada rasa ingin membantu sesama. Nilai seperti itu yang penting dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
H. Satar menilai suasana Idul Adha selalu menghadirkan energi positif karena mempertemukan banyak orang dalam semangat kebersamaan.
“Ada yang menyumbang tenaga, ada yang membantu membungkus daging, ada yang mengantar ke rumah-rumah warga. Hal-hal sederhana seperti ini yang membuat rasa persaudaraan tetap hidup,” ujarnya.

Nilai kebersamaan juga terlihat saat daging kurban dibagikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial. Mereka yang berkecukupan berbagi dengan yang membutuhkan, sehingga tercipta rasa saling peduli dan menghargai satu sama lain.
“Dari sinilah Idul Adha menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat, sebagai nilai kebersamaan seperti ini menjadi sangat penting untuk terus dijaga. Idul Adha mengingatkan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Keharmonisan sosial akan tercipta ketika masyarakat saling membantu, berbagi, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Selain semangat berkurban juga mengajarkan arti keikhlasan dalam memberi. Apa yang dimiliki tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga ada hak orang lain yang perlu diperhatikan. Dengan berbagi, kebahagiaan akan terasa lebih bermakna dan membawa manfaat bagi banyak orang,” ungkap H. Satar. (**).













