Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Grebek Jentik RW 05 Digelar Rutin Setiap Jumat, Warga Diajak Waspada DBD Lewat Gerakan 3M Plus

Kegiatan yang dipimpin Ketua Jumantik RW 05, Welly, bersama para anggota Jumantik dan kader kesehatan lingkungan itu dilakukan dengan menyusuri rumah-rumah warga untuk memeriksa potensi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.(Istimewa).
banner 120x600

Jakarta Timur|| Radarpost.id

Semangat menjaga kesehatan lingkungan terus ditunjukkan warga RW 05 Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur melalui kegiatan Grebek Jentik yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata masyarakat dalam mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD) sekaligus memberikan edukasi kesehatan langsung kepada warga.

Kegiatan yang dipimpin Ketua Jumantik RW 05, Welly, bersama para anggota Jumantik dan kader kesehatan lingkungan itu dilakukan dengan menyusuri rumah-rumah warga untuk memeriksa potensi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

RT01 di rmh bp Tono ditemukan jentik di bekas kolam.(Dok Jumantik)

Dalam kegiatan terbaru yang digelar Jumat (29/5/2026), petugas menemukan adanya jentik nyamuk di rumah milik Bapak Tono, warga RT 01. Jentik ditemukan di genangan air pada bekas kolam yang sudah lama tidak digunakan.

Setelah temuan tersebut, petugas langsung melakukan tindakan cepat dengan menaburkan bubuk abate guna mencegah jentik berkembang menjadi nyamuk dewasa penyebab DBD.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap hari Jumat sebagai bentuk pencegahan dini. Selain pemeriksaan jentik, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Welly di sela kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, terlihat para anggota Jumantik RW 05 membawa spanduk bertuliskan “Waspada DBD” dan ajakan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan tersebut meliputi:

Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.

Menutup rapat tempat penyimpanan air.

Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air.

Selain itu, warga juga diimbau melakukan langkah tambahan atau “Plus” seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kasa pada ventilasi rumah, memeriksa saluran air, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk.

Menurut Welly, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam kegiatan Grebek Jentik karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahaya genangan air kecil di sekitar rumah.

“Kadang ember kecil, pot bunga, atau talang air yang tersumbat dianggap sepele, padahal itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD. Karena itu kami terus mengingatkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Kegiatan Grebek Jentik RW 05 juga mendapat dukungan positif dari warga karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat. Para kader kesehatan berharap kegiatan rutin ini dapat membantu menekan risiko penyebaran DBD di lingkungan permukiman.

Sebagai pusat koordinasi kegiatan kesehatan lingkungan, Posko Grebek Jumantik RW 005 berada di wilayah Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Posko tersebut menjadi tempat koordinasi kader Jumantik bersama warga dalam menjalankan program pencegahan DBD dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, RW 05 Kelurahan Utan Kayu Selatan diharapkan dapat menjadi lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari ancaman demam berdarah.