Badung || Radarpost.id
Angin laut berembus pelan di pesisir Badung saat masyarakat, relawan, kelompok konservasi, dan insan PLN berjalan menuju lokasi penanaman sambil membawa bibit mangrove di tangan mereka. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk menanam pohon, melainkan membawa harapan bersama untuk menjaga kelestarian pesisir bagi generasi mendatang.
Di tengah hamparan pesisir yang akan menjadi rumah baru bagi ribuan bibit mangrove, semangat gotong royong begitu terasa. Setiap lubang yang digali dan setiap bibit yang ditanam menjadi simbol kepedulian bersama terhadap lingkungan yang selama ini menghadapi berbagai tantangan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Gerakan Masyarakat Peduli Mangrove Badung”, PLN bersama masyarakat dan kelompok konservasi setempat melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove, edukasi lingkungan, serta penyediaan sarana pendukung kebersihan kawasan pesisir.
Sebanyak 6.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir Badung dengan melibatkan lebih dari 50 peserta yang terdiri dari masyarakat, kelompok konservasi, dan perwakilan PLN. Selain itu, PLN juga menyalurkan bantuan berupa penjepit sampah dan bak sampah untuk mendukung upaya menjaga kebersihan kawasan mangrove secara berkelanjutan.
General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan, mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
“Keberlanjutan tidak dapat diwujudkan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan yang menjadi penopang kehidupan bersama. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” ujar Munawwar.
Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua Kelompok Konservasi Hutan Mangrove Balaram Mangroveheroes, I Nyoman Ridet Artikanaya, yang menilai pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat pesisir.
Sebelum program ini dilaksanakan, kawasan mangrove di lokasi kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari abrasi pantai yang terus mengikis wilayah pesisir hingga masih terbatasnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove. Di beberapa titik juga ditemukan sampah yang berpotensi mengganggu pertumbuhan mangrove dan keseimbangan lingkungan.
Melalui kolaborasi antara PLN, masyarakat, dan kelompok konservasi, berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain penanaman mangrove, bantuan sarana kebersihan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap bersih dan sehat.
Menurut Nyoman Ridet, keterlibatan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
“Mangrove memiliki peran yang sangat penting sebagai pelindung alami pantai dari abrasi sekaligus habitat bagi berbagai biota. Melalui program ini, kami melihat tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Harapan kami, semangat menjaga mangrove tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut demi keberlanjutan pesisir Badung,” katanya.
Para peserta tidak hanya melakukan penanaman bibit mangrove, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai manfaat ekologis mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menyerap karbon, serta mendukung kehidupan masyarakat sekitar.
Dampak positif program mulai terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan pesisir serta semakin kuatnya kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan perusahaan dalam upaya pelestarian lingkungan. Program ini sekaligus menjadi langkah awal dalam rehabilitasi kawasan pesisir dan membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang ribuan bibit mangrove yang ditanam di pesisir Badung. Lebih dari itu, program ini menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab untuk menjaga alam.
Melalui sinergi antara PLN, kelompok konservasi, dan masyarakat, setiap bibit mangrove yang ditanam hari ini menjadi simbol harapan akan pesisir yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.













