Tapanuli Selatan|| Radarpost.id
Kesiapsiagaan masyarakat menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan pengisian awal (impounding) Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Sebanyak 98 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga mengikuti sosialisasi mengenai pengisian awal waduk di Aula Kantor Kecamatan Sipirok, Senin.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kesiapsiagaan masyarakat dan keselamatan bendungan menjelang tahapan impounding yang akan dilakukan secara bertahap.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sipirok, pemerintah desa, serta masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pengisian awal waduk, sistem keselamatan bendungan, hingga simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) apabila terjadi kondisi darurat.
Manajer Sosial Komunikasi PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), Arie Dedy Puspita, mengatakan sosialisasi dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi mengenai proses pengisian awal waduk, aspek keselamatan bendungan, serta langkah mitigasi yang telah dipersiapkan.
“Kami berharap komunikasi yang terbuka dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung kelancaran proses impounding sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar area proyek,” kata Arie.
Manajemen PLTA Batangtoru menjelaskan bahwa seluruh struktur utama bendungan beserta fasilitas pendukung telah melalui tahapan pembangunan dan pengujian sesuai standar teknis. Pengisian awal waduk direncanakan berlangsung secara bertahap selama sekitar dua pekan.
Selama proses tersebut, debit aliran Sungai Batangtoru menuju wilayah hilir disebut akan tetap dijaga sesuai ketentuan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sepanjang aliran sungai.
Selain sosialisasi, pihak pengelola juga memasang papan informasi dan rambu peringatan di sejumlah titik strategis di kawasan hulu bendungan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap area yang akan tergenang.
Kegiatan turut diisi dengan sesi dialog antara masyarakat dan penyelenggara. Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya penyelesaian pengadaan lahan, mekanisme penyampaian pengaduan, peluang kerja bagi masyarakat lokal, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menurut penyelenggara, berbagai masukan tersebut akan didokumentasikan dan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat koordinasi agar proses pengisian awal waduk dapat berlangsung aman, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang memadai selama tahapan tersebut berlangsung.













