Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Yovie & Nuno Rilis Versi Baru ‘Kamu Bukan Kekasihku’, Gandeng Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma

Kali ini, lagu tersebut dibawakan bersama tiga penyanyi muda, yakni Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma, dengan menghadirkan sudut pandang perempuan sebagai benang merah cerita.(Dok pribadi).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Grup musik Yovie & Nuno kembali menghidupkan salah satu lagu populernya, Kamu Bukan Kekasihku, lewat versi baru yang hadir 25 tahun setelah perilisan orisinalnya. Kali ini, lagu tersebut dibawakan bersama tiga penyanyi muda, yakni Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma, dengan menghadirkan sudut pandang perempuan sebagai benang merah cerita.

Alih-alih sekadar membuat remake, Yovie & Nuno mencoba menawarkan interpretasi baru terhadap lagu yang telah lama melekat di telinga penikmat musik Indonesia. Versi terbaru ini mengangkat perspektif perempuan sehingga menghadirkan nuansa emosional yang berbeda dibandingkan versi sebelumnya.

(dok pribadi)

Gitaris Yovie & Nuno, Muchamad Ahadiyat atau Kang Diat, mengatakan ide tersebut lahir dari rasa penasaran mengenai bagaimana lagu itu akan terdengar jika dinyanyikan dari sudut pandang perempuan.

“Sebenarnya, versi baru dari Kamu Bukan Kekasihku ini lahir karena rasa penasaran kami. Seperti apa kalau lagu yang tadinya dinyanyikan oleh cowok, kali ini dibawakan ulang dari POV wanita. Cerita yang disampaikan pasti akan berbeda,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Meiska, Prinsa Mandagie, dan Aruma juga berawal dari rencana kerja sama yang terpisah. Namun, momen latihan menjelang konser perayaan 25 tahun Yovie & Nuno justru memunculkan chemistry yang dinilai kuat di antara ketiganya.

Vokalis Yovie & Nuno, Adi Julian, mengungkapkan bahwa keputusan menggabungkan tiga solois tersebut lahir secara spontan setelah melihat kecocokan karakter mereka.

“Awalnya kami ingin bekerja sama dengan Meiska, Prinsa, dan Aruma dalam proyek satuan. Tapi waktu persiapan konser 25 tahun Yovie & Nuno kemarin, ternyata ketiganya asyik juga saat disatukan. Kami pun putuskan mencoba, sekaligus mengikuti intuisi Mas Yovie,” katanya.

Menurut Yovie & Nuno, tantangan terbesar dalam proses produksi justru terletak pada pembagian bagian vokal. Mereka ingin karakter masing-masing penyanyi tetap terdengar kuat tanpa menghilangkan identitas lagu maupun harmoni keseluruhan.

“Tantangannya adalah pemilihan part dan pecah suaranya. Itu yang paling repot,” kata Kang Diat.

Di balik proyek tersebut, Yovie & Nuno juga membuka peluang menghadirkan konsep kolaborasi serupa dalam format yang lebih besar. Mereka bahkan telah mendiskusikan kemungkinan membuat intellectual property (IP) bertajuk JELITA yang berisi proyek-proyek kolaborasi dengan penyanyi perempuan.

Meski menyadari versi baru ini akan dibandingkan dengan lagu orisinalnya, Yovie & Nuno menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar sekaligus menguntungkan.

“Semoga malah dengan orang membandingkan, timbul rasa penasaran. Ada yang bernostalgia dengan versi asli, tapi ada juga yang relate dengan versi barunya,” ujar mereka.

Melalui perilisan ulang Kamu Bukan Kekasihku, Yovie & Nuno berharap lagu tersebut mampu menjangkau generasi baru sekaligus menghadirkan makna berbeda mengenai hubungan dan cinta di era digital.

“Harapannya lagu ini punya POV baru, selain dari sudut pandang perempuan, juga mungkin secara generasi. Sekarang situasinya sudah cukup jauh bergeser karena kemajuan zaman dan teknologi. Di era media sosial seperti saat ini, kita tentu ingin tahu seperti apa hubungan yang patut diperjuangkan atau patut dikenang walau tidak bisa bersama,” tutup mereka.