Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Trailer ‘Paket Santet’ Dirilis, Teror Berawal dari Sebuah Paket Misterius

Trailer resmi yang telah diunggah melalui kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat.(Istimewa).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

BASE Entertainment akhirnya merilis trailer dan poster resmi Paket Santet, film horor Indonesia terbaru yang akan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Cuplikan berdurasi singkat itu langsung memperlihatkan teror yang tak biasa. Bukan dari rumah tua atau sosok hantu, melainkan sebuah paket misterius yang datang tanpa nama pengirim.

Sejak paket itu dibuka, kutukan kematian mulai mengintai. Korban berjatuhan satu per satu, sementara mereka yang menerima kiriman tersebut harus berpacu dengan waktu mencari cara menghentikan santet sebelum nyawa mereka melayang.

(istimewa)

Premis itulah yang menjadi kekuatan utama Paket Santet. Film ini menawarkan sudut pandang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia dengan menjadikan benda yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai awal mula teror.

Trailer resmi yang telah diunggah melalui kanal digital BASE Entertainment dan Instagram @paketsantet memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat. Setiap adegan memberi petunjuk bahwa setelah paket diterima, nyaris tidak ada jalan keluar bagi para korbannya.

Sementara poster resminya menampilkan Bela, karakter yang diperankan Yasamin Jasem, dikerubungi ratusan lebah setelah membuka paket misterius. Visual tersebut menjadi simbol bahwa kutukan telah dimulai dan siap memburu korban berikutnya.

Film ini mengikuti kisah Deva (Fatih Unru), Bela (Yasamin Jasem), Celia (Gabriella Eka Putri), Ale (Fadly Faisal), Firza (Fiki Naki), Glen (Farandika), dan Kiki (Azela Putri). Mereka adalah sekelompok mahasiswa yang hidupnya berubah drastis setelah menerima kiriman paket tanpa identitas.

Bukannya menemukan jawaban, mereka justru semakin tenggelam dalam rangkaian teror supranatural. Kutukan terus mengejar, sementara waktu untuk menyelamatkan diri semakin sedikit.

Sutradara Dinna Jasanti mengatakan horor dalam Paket Santet bukan hanya soal santet yang menyerang seseorang, tetapi bagaimana para karakter harus bertahan hidup setelah kutukan itu datang.

“Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami. Mereka terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka semakin sedikit. Di situlah horor dalam Paket Santet benar-benar dimulai,” kata Dinna.

Produser Aoura Lovenson Chandra menyebut ide dasar film ini lahir dari sesuatu yang sangat akrab dengan masyarakat saat ini, yakni kebiasaan menerima paket.

“Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin penonton ikut membayangkan, apa yang akan mereka lakukan jika menerima paket tersebut. Membuka paket membawa kutukan, tetapi mengabaikannya juga bukan berarti ancaman akan berhenti,” ujarnya.

Fadly Faisal yang memerankan Ale mengaku ikut merasakan kepanikan para karakter selama menjalani proses syuting.

“Selama syuting saya sering membayangkan kalau benar menerima Paket Santet, apa yang akan saya lakukan. Menurut saya itu yang membuat film ini terasa menyeramkan, karena kita seperti ikut berpacu dengan waktu ketika kematian sudah mengincar,” tutur Fadly.

Lewat trailer perdananya, Paket Santet memperlihatkan horor yang dibangun dari rasa cemas terhadap sesuatu yang selama ini dianggap biasa. Sebuah paket yang semestinya membawa kejutan justru menjadi awal dari kutukan mematikan.

Film produksi BASE Entertainment ini dijadwalkan menghantui bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.