Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kärcher Kenalkan Metode PDIR di FHI 2026, Solusi Efisiensi Biaya Kebersihan Hotel

Head of Sales Professional PT Kärcher Indonesia, Heru Kurniawan.(Rr).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

PT Kärcher Indonesia memperkenalkan metode PDIR (Preventive, Daily, Interim, Restorative) sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional kebersihan di sektor hospitality. Konsep tersebut diperkenalkan dalam ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Metode PDIR ditawarkan sebagai sistem pembersihan profesional yang tidak hanya menjaga kebersihan fasilitas, tetapi juga membantu pelaku usaha hotel dan industri jasa menghemat biaya operasional dalam jangka panjang.

Head of Sales Professional PT Kärcher Indonesia, Heru Kurniawan, mengatakan kebersihan kini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pengalaman pelanggan, reputasi bisnis, hingga efisiensi pengelolaan aset properti.

“Selama ini proses cleaning sering dilakukan ketika kotoran sudah terjadi. Padahal jika dilakukan secara preventif sebelum kotoran masuk ke dalam properti, biaya perawatan hingga renovasi di kemudian hari bisa ditekan,” ujar Heru.

Menurutnya, Kärcher tidak hanya menawarkan mesin pembersih, tetapi juga menghadirkan edukasi kepada pemilik, manajemen, hingga operator hotel mengenai strategi pembersihan yang tepat.

“Kalau mereka berinvestasi pada alat yang sesuai dengan kebutuhan, biaya restorative cleaning di masa depan dapat berkurang. Penerapan konsep PDIR bisa membantu efisiensi biaya cleaning sekitar 10 hingga 20 persen,” katanya.

Heru menjelaskan metode PDIR terdiri atas empat tahapan yang saling berkaitan. Tahap pertama adalah Preventive, yakni membersihkan area luar bangunan seperti parkiran, pintu masuk, teras, hingga jalur pejalan kaki agar kotoran tidak terbawa ke dalam gedung.

Menurut Kärcher, langkah preventif mampu mengurangi kotoran yang masuk ke dalam bangunan hingga sekitar dua pertiga sehingga beban pembersihan di area dalam menjadi lebih ringan.

Tahap berikutnya adalah Daily, yaitu pembersihan rutin setiap hari untuk menjaga standar kebersihan sekaligus memperpanjang usia material bangunan dan furnitur.

Selanjutnya terdapat Interim, yakni pembersihan berkala yang bertujuan mengurangi kebutuhan pembersihan menyeluruh sehingga waktu dan tenaga kerja dapat dioptimalkan.

Sementara tahap terakhir, Restorative, merupakan pembersihan mendalam untuk mengembalikan kondisi lantai maupun permukaan lainnya mendekati kondisi awal. Tahap ini membutuhkan biaya dan tenaga paling besar sehingga diharapkan dapat diminimalkan melalui penerapan tiga tahap sebelumnya.

Selain memperkenalkan konsep PDIR, Kärcher juga membawa berbagai inovasi mesin pembersih berbasis battery platform. Teknologi ini memungkinkan satu baterai digunakan untuk beberapa jenis mesin, mulai dari vacuum cleaner, scrubber hingga high pressure cleaner.

“Dengan mesin berbasis baterai, operator tidak perlu lagi mencari colokan listrik saat bekerja sehingga produktivitas dapat meningkat hingga sekitar 30 persen. Selain itu konsumsi listrik juga lebih efisien,” kata Heru.

Ia menilai efisiensi energi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya biaya operasional industri hospitality, mulai dari tarif listrik hingga penggunaan air.

“Kami menawarkan solusi yang bukan hanya menjual mesin, tetapi juga membantu pelanggan melakukan penghematan biaya operasional melalui penggunaan teknologi cleaning yang lebih efisien,” ujarnya.

Dari sisi bisnis, Heru mengungkapkan kinerja Kärcher Indonesia pada semester pertama 2026 masih mencatat pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perusahaan optimistis tren tersebut berlanjut pada semester kedua yang selama ini menjadi periode penjualan terbesar.

Meski pembangunan hotel baru tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya, Kärcher tetap melihat prospek sektor hospitality Indonesia masih menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap standar kebersihan dan efisiensi operasional.

Saat ini sekitar 80 persen permintaan produk Kärcher masih berasal dari Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Jawa Timur. Sementara Bali, Lombok, dan Sumatera menjadi pasar potensial yang terus berkembang berkat sektor pariwisata dan perhotelan.

Heru berharap konsep PDIR dapat menjadi acuan baru bagi industri hospitality dalam menyusun strategi pemeliharaan fasilitas.

“Tim Kärcher Indonesia siap menjadi mitra konsultasi bagi pemilik hotel maupun operator housekeeping untuk menentukan metode dan peralatan pembersihan yang paling efektif.

Dengan sistem yang terstruktur, efisiensi biaya dapat tercapai sekaligus menjaga nilai aset properti dalam jangka panjang,” pungkasnya.