Depok || Radarpost.id
Tim Power Dance Madiun Jawa Timur berhasil meraih juara kedua dalam lomba senam kreasi bersama Aloha tingkat nasional memperebutkan piala Aloha.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Depok Open Space (DOS) Balaikota Depok, jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat pada Minggu (1/8/2026).
Dihadiri oleh Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri, Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah, Ketua KORMI Kota Depok, Setiawan Witjaksana, manager Aloha dan 16 peserta seluruh Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mendoakan tim senam kreasi dari Madiun, berhasil meraih juara kedua,” kata Ketua tim Power Dance Madiun Hendra Pamungkas, usai menerima penghargaan, Minggu (1/8/2026) di Kota Depok.
Pada lomba senam kreasi itu juara pertama diraih oleh Pertama Popi Semarang Jawa Tengah kemudian juara ketiga diraih oleh tim dari Kota Depok, selanjutnya juara harapan, dan seluruh peserta dari 16 Kota seluruh Indonesia juga mendapatkan medali dan sertifikat.

“Kami bersama tim Power Dance merasa bangga atas predikat juara yang diterima meskipun masih harus puas di Juara kedua,” ungkap Hendra yang juga di amini oleh temennya.
Menurut Hendra, lomba ini menampilkan kreativitas gerak dan semangat juang yang tinggi dari para peserta.
Hendra mengatakan berkat juara kedua tersebut tim senam kreasi Power Dance Madiun Jawa Timur berhak mendapatkan bonus uang tunai sebesar Rp25 juta, sertifikat, piala dan hadiah dari sponsor.

Menurutnya, ini merupakan buah dari kerja keras tim dengan personal Wahyu, Rika, Rina dan Raengga, mereka merupakan para instruktur yang telah mempersiapkan dengan optimal.
Senam kreasi yang berhasil memperoleh juara tersebut merupakan produk kreasi dari Power Dance dengan menggabungkan sisi konvensional dan tarian nusantara.
“Ini kan lomba senam kreasi tarian ini menggabungkan unsur tarian zumba, aerobic, salsa, dangdut dan tarian daerah,” ungkapnya.
Hendra berharap, senam kreasi dengan menampilkan kearifan lokal, gerakan-gerakan yang diiringi musik dengan unsur daerahnya masing-masing, bagi para perempuan generasi milenial hingga generasi tua untuk bisa lebih tertarik terhadap olah raga. (**).













