Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Berita, TNI  

Satgas Citarum Harum Sektor 8 buat Demplot Sayuran pengaplikasian Pupuk Kosasih serta Perkuat Edukasi Lingkungan dan Pendataan Ternak di Wilayah Binaan

banner 120x600

Radarpost.id | Bandung, Sabtu 8 Agustus 2026 – Satgas Citarum Harum Sektor 8 terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum melalui berbagai kegiatan pembuatan demplot sayuran, pembinaan masyarakat, edukasi lingkungan, serta pendataan hewan ternak di wilayah binaan.

Di Posko Sektor 8, Komandan Sektor Perintahkan penggarapan/penyiapan Lahan untuk Demplot Sayuran yg mana pada lahan tersebut akan di aplikasikan Pupuk Kosasih berupa jenis Asam Humat dan Nutrisi Tanaman sedangkan Wadan dan Baops melaksanakan monitoring kegiatan lapangan di Tiap Sub Sektor, sementara itu Bamin dan Operator melaksanakan kegiatan administrasi Sektor.

Di wilayah Subsektor Parongpong, Dansub Peltu Amar bersama anggota Melaksanakan kegiatan pembersihan anak sungai Cimahi di kp ciwangun desa Cihanjuang Rahayu kecamatan parongpong*

Sementara itu, Subsektor Lembang di bawah pimpinan Dansub Serka Ahmad Rukandi melaksanakan Komsos Door to door tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Kepada masyarakat di Kp. Ciputri Desa Langensari, Kecamatan Lembang.

Di Subsektor Ciater, Dansub Serka Endi Rustandi bersama anggota Anggota Satgas Citarum Bersama Gober dan masyarakat Melaksanakan Pembersihan TPS LIAR di Kp Palasari Dua Desa Palasari di Wilayah kecamatan
kec Ciater

Sedangkan di Subsektor Sagalaherang Dpp Dansub Serma Denny Kurniawan melaksanakan pendataan hewan ternak milik bapak Nurjali Dengan Jumlah 6 Ekor( Sapi) di kampung Mekarsari Desa Sagalaherang kaler Kec Sagalaherang

Komandan Sektor 8 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Masrief, menegaskan Tujuan demplot sayuran dengan pengaplikasian pupuk Kosasih, asam humat, dan nutrisi tanaman serta perbandingan dengan pupuk kandang dapat dirumuskan sebagai berikut yaitu
Menguji efektivitas pupuk Kosasih, asam humat, dan nutrisi tanaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman sayuran.
Membandingkan pertumbuhan tanaman antara perlakuan pupuk Kosasih + asam humat + nutrisi dengan penggunaan pupuk kandang.

Mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan terhadap kesuburan dan kondisi tanah, terutama dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara.
Mengamati perbedaan tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, kesehatan tanaman, dan hasil panen pada setiap perlakuan.
Menentukan metode pemupukan yang lebih efektif, efisien, dan mudah diterapkan oleh masyarakat/petani.

Menjadi contoh percontohan (demplot) bagi masyarakat dalam penerapan teknologi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman sayuran.

Mendukung upaya pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendorong pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Inti tujuan: mengetahui apakah penggunaan pupuk Kosasih yang dikombinasikan dengan asam humat dan nutrisi tanaman mampu memberikan pertumbuhan serta hasil sayuran yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang

dan bahwa kegiatan komunikasi sosial, edukasi lingkungan, dan pendataan hewan ternak merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.

“Keberhasilan Program Citarum Harum tidak terlepas dari sinergi antara Satgas dan masyarakat. Melalui komunikasi yang baik serta pendampingan yang berkesinambungan, kami berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola limbah, khususnya limbah peternakan, terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Kolonel Inf Masrief.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di seluruh subsektor, Satgas Citarum Harum Sektor 8 terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.