Jakarta|| Radarpost.id
Dua pekerja proyek normalisasi saluran air tertimpa material beton turap di Jalan DI Panjaitan, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026). Keduanya sempat terjepit material beton dan tertimbun tanah sebelum berhasil dievakuasi petugas.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis selama lebih dari tiga jam. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur harus bekerja ekstra hati-hati karena sebagian tubuh salah satu korban berada di dalam air keruh dan tertimpa beton.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Parlin Nainggolan mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.50 WIB. Enam menit kemudian, petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
“Proses evakuasi cukup sulit karena bagian tubuh korban berada di dalam air. Airnya keruh dan korban juga tertimbun beton,” kata Parlin, dikutip dari Antara, Senin (10/8).
Untuk mempermudah penyelamatan, petugas terlebih dahulu mengurangi debit air menggunakan mesin pompa. Setelah permukaan air berkurang, petugas mulai mengangkat material beton dan tanah yang menimpa kedua korban.
Sebanyak 25 personel Gulkarmat Jakarta Timur dikerahkan dalam proses evakuasi tersebut. Mereka didukung enam unit kendaraan serta sejumlah peralatan untuk mengangkat material dan mengeluarkan korban dari lokasi.
Petugas harus bekerja secara bertahap agar kondisi kedua pekerja tetap aman selama proses penyelamatan. Posisi korban yang terjepit beton membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Setelah lebih dari tiga jam, kedua pekerja akhirnya berhasil dikeluarkan dari timbunan. Proses evakuasi dinyatakan selesai sekitar pukul 17.39 WIB.
Kedua korban diketahui mengalami luka pada bagian kepala dan tungkai. Setelah berhasil diselamatkan, mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Peristiwa tersebut terjadi saat kedua pekerja tengah mengerjakan proyek normalisasi saluran air di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.
Insiden ini menjadi perhatian karena proses evakuasi berlangsung dalam kondisi sulit, terutama akibat keberadaan air keruh dan material beton yang menimpa tubuh korban.













