Depok || Radarpost.id
Stadion Mini Sukatani, Kecamatan Tapos, pagi ini menjadi ruang yang penuh semangat dan kegembiraan bagi para pelajar sekolah dasar. Anak-anak tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi juga untuk mengenal, memainkan, dan merasakan kembali olahraga tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Indonesia.
Kegiatan seleksi Olahraga Tradisional tingkat Sekolah Dasar Kecamatan Tapos Tahun 2026 dilaksanakan oleh PORTINA Kota Depok bersama PGRI Cabang Tapos, dengan dukungan dan pembinaan dari KORMI Kota Depok.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan seleksi peserta terbaik Kecamatan Tapos untuk dipersiapkan mengikuti Festival Olahraga Tradisional Pelajar SD Tingkat Kota Depok yang akan dilaksanakan pada 3 September 2026.
Ketua KORMI Kota Depok, drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, menyampaikan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi.
“Saya melihat anak-anak ini bukan hanya sedang berlomba. Mereka sedang belajar tentang keberanian, kerja sama, keseimbangan, konsentrasi, sportivitas, dan yang paling penting adalah kegembiraan bergerak bersama,” kata Setiawan, usai menghadiri perlombaan olahraga tradisional yang di gelar oleh PORTINA Kota Depok, Sabut (22/8/2026).
Menurutnya, di tengah kehidupan anak-anak yang semakin dekat dengan teknologi dan aktivitas digital, olahraga tradisional justru memiliki peran penting untuk mengajak mereka kembali bergerak secara aktif.
“Kita tidak boleh membiarkan olahraga tradisional hanya menjadi kenangan orang tua kita. Anak-anak Depok harus mengenalnya, memainkannya, dan merasa bangga bahwa kita memiliki permainan yang sederhana tetapi kaya nilai,” ucap Setiawan.

Dalam seleksi tingkat Kecamatan Tapos ini, peserta dipersiapkan untuk mengikuti cabang olahraga tradisional yang meliputi Sumpitan, Egrang, Hadangan, Dagongan, dan Terompah, sesuai dengan ketentuan yang disampaikan oleh Disporyata Kota Depok.
Ketua KORMI Kota Depok menilai bahwa pembinaan olahraga masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja. Diperlukan kerja bersama antara organisasi olahraga masyarakat, pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
“KORMI tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan PORTINA, PGRI, KKGO, K3S, para kepala sekolah, guru PJOK, orang tua, dan tentu saja anak-anak kita sendiri. Kalau semua bergerak bersama, olahraga tradisional akan hidup dan berkembang kembali,” ungkapnya.
Sinergi tersebut menurut Setiawan, juga menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan di Kecamatan Tapos. PORTINA Kota Depok bersama PGRI Cabang Tapos yang menginisiasi kegiatan seleksi ini sebagai langkah awal pembinaan menuju tingkat Kota Depok.
Membangun Karakter melalui Olahraga
bagi KORMI Kota Depok, olahraga tradisional bukan hanya persoalan menang atau kalah. Di dalamnya terdapat pendidikan karakter yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak.
Misalnya Egrang mengajarkan keseimbangan dan keberanian. Hadangan membutuhkan kecepatan sekaligus strategi. Dagongan menuntut kekompakan. Terompah membutuhkan koordinasi dan kerja sama. Sementara sumpitan melatih konsentrasi dan ketepatan.

Karena itu, menurut Setiawan, keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara.
“Juara itu penting, tetapi bukan satu-satunya tujuan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak pulang dari sini dengan membawa pengalaman yang menyenangkan, mengenal teman baru, berani mencoba, dan semakin mencintai aktivitas fisik,” jelas Setiawan.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti setelah seleksi dan festival selesai.
“Saya ingin olahraga tradisional menjadi bagian dari kegiatan olahraga masyarakat yang terus hidup di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat Kota Depok. Jangan hanya muncul ketika ada lomba,” ujar Setiawan.
Menuju Festival Tingkat Kota Depok
Seleksi Kecamatan Tapos ini merupakan bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Tradisional Pelajar SD Tingkat Kota Depok yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 3 September 2026 di Stadion Sukatani Tapos, Depok, Jawa Barat.

KORMI Kota Depok berharap proses seleksi dan pembinaan di tingkat Kecamatan dapat menghasilkan peserta-peserta terbaik sekaligus memperluas minat anak-anak terhadap olahraga tradisional.
“Saya berharap dari Tapos akan lahir anak-anak yang bukan hanya berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang sehat, bugar, gembira, dan mencintai budaya bangsanya,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Ketua KORMI Kota Depok mengajak seluruh pihak untuk melihat olahraga tradisional sebagai bagian dari gerakan membangun masyarakat yang aktif dan sehat.
“Mari kita hidupkan kembali olahraga tradisional. Karena ketika anak-anak bergerak, bermain, tertawa, dan berolahraga bersama, sesungguhnya kita sedang menanamkan fondasi untuk masa depan Depok yang lebih sehat dan lebih kuat,” pungkas drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, Ketua KORMI Kota Depok. (**).













