Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pertahankan Budaya: Portina Kota Depok Ajak Anak-Anak SD Tapos Lestarikan Olahraga Tradisional dengan Perlombaan

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) wilayah Kota Depok menggelar lomba olahraga tradisional dari berbagai nomor cabang olahraga, di lapangan mini Sukatani, Kecamatan Tapis, Kota Depok, telah di buka pada Sabtu 22 Agustus 2026.

Perlombaan olahraga tradisional ini merupakan Kolaborasi PORTINA dengan PGRI Kecamatan Tapos dan KORMI Kota Depok, di hadiri Kadisporyata di Wakili oleh Kabid Pembinaan Olahraga Jabon Abdullah, Ketua KORMI Kota Depok, Ketua PGRI Kecamatan Tapos, para orang tua murid dan 600 peserta dari SD se-Kecamagam Tapos.

Acara ini merupakan upaya untuk mempertahankan warisan budaya bangsa berupa olahraga tradisional yang sudah turun-temurun dan memperingati HUT RI yang ke-81 tahun 2026.

Ketua PORTINA Kota Depok Irfan Januar mengatakan, digelarnya olahraga tradisional untuk mempertahankan warisan budaya bangsa, sebab Generasi milenial saat ini sangat disibukan dengan aktivitas sehari-hari didepan layar HP sehingga aktivitas tubuh atau fisiknya kurang mengalami pergerakan.

Ketua KORMI Kota Depok drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, bersama Ketua PORTINA Kota Depok Irfan Januar, (kiri), di acara perlombaan olahraga tradisional tingkat Kecamatan Tapos. (foto.ist).
“Dengan adanya lomba dan sosialisasi olahraga tradisional, generasi milenial kembali diolahragakan jiwa dan raganya. Selain melestarikan warisan budaya bangsa, olahraga tradisional juga sangat bermanfaat dalam mengolahragakan masyarakat,” kata Irfan, Sabtu (22/8/2026) di lapangan Sukatani, Tapos.

Menurut Irfan, kegiatan hari ini adalah seleksi olahraga Tradisional di tingkat Kecamatan tapos, setelah seleksi yang pemenangnya akan dikirim ke tingkat Kota.

“Untuk di Tapos lomba yang pertama antar Kecamatan yang kita gelar, nanti berjenjang dari depok ke provinsi baru ke tingkat nasional,” ujar Irfan.

Irfan mengatakan, Olahraga tradisional diikuti oleh 600 peserta dari dari 25 sekolah SD se-Kecamatan Tapos.

“Yang diperlombakan ada lima nomer cabang olahraga tradisional utama, yakni tarumpah putri, hadangan putra, egrang putra, sumpitan putra/putri dan dagongan. permainan tradisional lainnya yang menguji ketangkasan serta kekompakan tim,” ucap Irfan.

Kedepannya kata Irfan, keberadaan olahraga tradisional tidak hilang digerus zaman dan hanya diadakan setahun sekali, akan memperlombakan olahraga tradisional tersebut ke-11 Kecamatan di Kota Depok.

“Setelah Tapos kita akan setiap Kecamatan akan menggelar lomba olahraga tradisional, jumlah cabang olahraga tradisional yang diperlombakan tetap ada lima kategori yang di perlombakan,” tandasnya.

Sementara Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, Drg. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort., FICD, mengatakan, kegiatan ini untuk membangkitkan permainan tradisional di Kota Depok agar dapat dikenal generasi muda.
“Ini upaya kolaboratif dengan Portina dan Pemerintah Kota, jadi semua stakeholder dilibatkan, dengan harapan dapat membangkitkan kembali tradisi bermain anak di zaman dahulu,” kata Setiawan.

Kecenderungan Lanjut Setiawan, anak terhadap gadget diharapkan dapat diatasi dengan pengenalan permainan tradisional, sehingga anak-anak tidak hanya menjadikan gadget sebagai satu-satunya media hiburan.

“Ke depan perlu dilestarikan dan dijadikan ikon permainan tradisional di Depok. Diharapkan anak anak bisa tahu dan memiliki rasa bangga kepada daerah sendiri karena memiliki permainan yang seru,” ujar Irfan.

“Anak-anak jadi tahu ternyata menarik juga bermain olahraga, ini perlu dilestarikan, peran orang tua pun dibutuhkan dalam mendampingi anak bermain permainan tradisional ini,” jelasnya.

“Hari ini saya dari Kormi Kota Depok Sangat mengapresiasi sekali dan ini merupakan olahraga tradisional yang patut dilesarikan ya,” ungkapnya.

“Jadi memang Kormi juga selalu memberikan pembinaan. Saya juga terima kasih sama Bang Irfan Karena portina salah satu Inorga dari KORMI juga cukup aktif,” tambah Setiawan.

Menurutnya permainan ini harus dijadikan tradisi, sehingga generasi muda dapat mengetahui dan melestarikan permainan tradisional warisan leluhur ini.

“Portina salah satu Inorga di bawah Kormi, dan ini juga merupakan ajang seleksi yang baik. Sehingga nantinya akan mendapat atlet-atlet olahraga tradisional yang benar-benar berprestasi,” pungkasnya. (**).