Radarpost.id | Bandung Barat, 24 Agustus 2026 — Dalam rangka mendukung program percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Subsektor 3 Cisarua Sektor 5 Satgas Citarum Harum melaksanakan sejumlah kegiatan pembinaan dan pemantauan lingkungan di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).
Kegiatan diawali dengan apel pagi dan pengecekan personel sebagai bagian dari kesiapan sebelum melaksanakan tugas di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan kegiatan secara bersama-sama dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di wilayah binaan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu monitoring dan pengecekan pengelolaan limbah kotoran hewan (kohe) sapi di Kampung Mekarwangi, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Limbah kohe sapi tersebut dimanfaatkan dan diolah menjadi media atau pakan dalam budidaya cacing, sehingga dapat memberikan nilai manfaat sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan.
Selain melakukan pengecekan, personel juga melaksanakan pendataan dan monitoring terhadap aktivitas peternakan sapi di wilayah Kampung Muril, Desa Jambudipa. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Satgas Citarum Harum dalam mengetahui kondisi pengelolaan limbah peternakan serta mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dansubsektor 3 Cisarua Sektor 5 Satgas Citarum Harum, Peltu Taryana Yusuf, menyampaikan bahwa pengelolaan limbah peternakan menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki aktivitas peternakan masyarakat.
“Kami terus melakukan monitoring dan pengecekan terhadap pengelolaan limbah kohe sapi. Kami mengimbau kepada para peternak agar limbah yang dihasilkan tidak dibuang sembarangan, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujar Peltu Taryana Yusuf.
Menurutnya, pemanfaatan limbah kohe sapi untuk budidaya cacing merupakan salah satu bentuk pengelolaan limbah yang positif. Dengan adanya pemanfaatan tersebut, limbah yang sebelumnya berpotensi menjadi sumber pencemaran dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Harapannya, masyarakat dapat terus mengembangkan pola pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga bagaimana limbah tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain kegiatan monitoring limbah peternakan, personel Subsektor 3 Cisarua juga melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat di wilayah binaan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan imbauan agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Kegiatan Komsos dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun Satgas Citarum Harum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Peltu Taryana Yusuf juga menegaskan bahwa keberhasilan program Citarum Harum sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan membuang limbah ke aliran sungai, dan mari kita mulai dari lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing. Dengan kepedulian bersama, lingkungan yang bersih dan sehat dapat kita wujudkan,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, situasi wilayah Subsektor 3 Cisarua terpantau aman dan kondusif. Personel TNI bersama masyarakat terus melakukan kegiatan monitoring, edukasi, serta pembinaan lingkungan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Satgas Citarum Harum.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, Subsektor 3 Cisarua Sektor 5 Satgas Citarum Harum berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan semakin meningkat. Dengan demikian, upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pemulihan DAS Citarum dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.***












