Depok || Radarpost.id
Walikota Depok H. Supian Suri didampingi Wakil Walikota Chandra Rahmansyah meninjau langsung kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kecamatan Kota Depok, Jumat (21/3/2025).
Melihat proses pembuangan sampah yang sedang berjalan, dan berdiskusi dengan Kepala Dinas Linglungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan jajarannya, serta Kepala UPT TPA Cipayung.
“Kondisi disini tentu bukan suatu yang baik ya, karena setiap hari sampah masih terus masuk dan menggunung, kendati demikian Pemkot Depok bersama teman-teman DLHK juga terus berjibaku agar sampah yang masuk ke TPA bisa terus diminimalisir,” ujar Supian, usai menggelar zoom meeting di Kantor UPT TPA Cipayung.
Kegiatan ini kata Supian, dimaksudkan untuk memastikan kesiapan pengolahan sampah menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, di mana volume sampah diprediksi meningkat drastis.
“Hari ini kami bersama Pak Wakil Walikota melihat langsung kondisi TPA dan UPS. Kami menganggap masalah sampah ini sudah dalam kondisi darurat, sehingga langkah-langkah konkret harus segera diambil,” ujar Supian Suri.

Didampingi oleh Kepala DLHK Kota Depok Abdulrahman, Walikota menjelaskan, solusi yang tengah dijalankan Pemkot Depok adalah pengelolaan sampah berbasis Kecamatan, merupakan salah satu inovasi pengelolaan sampah di Kota Depok.
“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di TPA Cipayung berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, progres dari pemrosesan ini merupakan langkah penting dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” ujar Supian.
Supian juga menyoroti peran penting seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaan sampah. Dia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah dari sumbernya, sehingga dapat memudahkan proses pengelolaan sampah di TPA.
“Pengelolaan sampah yang baik membutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan Kota Depok yang lebih bersih dan sehat,” ajaknya.
Supian Suri menekankan bahwa UPS yang tersebar di berbagai wilayah harus dioptimalkan agar tidak terjadi penumpukan sampah di Hari Raya Idulfitri.
“Saya ingin memastikan UPS ini benar-benar berfungsi maksimal. Saya sudah membayangkan bagaimana lonjakan volume sampah saat Lebaran nanti. Kita harus siapkan solusi, berapa pun biaya yang diperlukan,” tegasnya.
Selain mengevaluasi, Supian juga menanyakan hambatan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah, serta mencari solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas program yang sejalan dengan visi Kota Depok sebagai Kota yang bersih, hijau, dan lestari.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Depok tidak bisa hanya bergantung pada program-program dari luar, seperti rencana pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) berkapasitas 300 ton dari kementerian terkait, yang hingga kini belum terealisasi.
“Kalau kita hanya menunggu program dari luar, sementara kondisi TPA kita semakin darurat, ini justru bisa berbahaya. Oleh karena itu, kita harus mencari alternatif lain untuk menyelesaikan permasalahan sampah,” tambahnya.
Untuk mengatasi permasalahan sampah di Depok, Supian Suri memaparkan tiga langkah strategis yang sedang ditempuh yaitu, pengelolaan sampah organik dengan maggot, optimalisasi bank sampah dan pengolahan residu dengan teknologi alternatif.
Sementara itu Wakil Walikota Depok mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah sebagai tindak lanjut gerakan yang sudah dijalankan.
“Mari kita bersama-sama memilah sampah dari rumah. Dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, kita dapat memudahkan proses pengolahan dan mengurangi beban TPA. Langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi lingkungan kita,” jelasnya.
Ia berharap, melalui evaluasi dan kolaborasi yang baik antara Pemerintah, DPRD, dan masyarakat, program pengelolaan sampah di Kota Depok dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi Daerah lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (**).













