Depok || Radarpost.id
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DPRD Kota Depok menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan lembaga legislatif sekaligus kiprah para wakil rakyat yang telah lama mengabdi.
Salah satunya Mazhab H.M., anggota senior DPRD Kota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah menjalani masa pengabdian selama 27 tahun sebagai wakil rakyat.
Mazhab yang lahir di Bogor pada 4 April 1963 itu kini juga dipercaya sebagai Ketua DPC PPP Kota Depok. Dengan pengalaman panjangnya di parlemen daerah, ia menjadi salah satu anggota DPRD Kota Depok yang memiliki masa pengabdian terlama.
“Alhamdulillah sudah 27 tahun mengabdi. Semoga selalu membawa manfaat untuk masyarakat. Aamiin,” ujar Mazhab, Kamis (03/09/2026)
Bagi Mazhab, perjalanan 27 tahun di DPRD bukan hanya berbicara mengenai panjangnya masa jabatan. Lebih dari itu, masa tersebut merupakan perjalanan dalam menerima amanah masyarakat, menyerap aspirasi, serta ikut mengawal berbagai kebijakan untuk pembangunan Kota Depok.
Menurut dia, menjadi anggota DPRD merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Karena itu, seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir dalam rapat-rapat formal, tetapi juga harus memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Menjadi wakil rakyat itu amanah. Kita harus mau mendengar masyarakat, turun ke lapangan dan memahami persoalan yang mereka hadapi. Dari situlah aspirasi bisa diperjuangkan,” katanya.
Selama menjalankan tugasnya, Mazhab juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Perhatiannya tidak hanya berkaitan dengan persoalan pemerintahan, tetapi juga menyentuh sektor lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Depok, termasuk mendorong akses permodalan bagi pelaku usaha.
Baca juga: Tak Hanya Mengawal dari Gedung Dewan, Hj Nuryuliani Turun Langsung Awasi Pengaspalan Jalan di Sukamajubaru
Mazhab menilai keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.
Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha tidak cukup hanya berupa bantuan, tetapi harus disertai akses permodalan, pendampingan dan perluasan pasar.
“UMKM adalah bagian penting dari ekonomi masyarakat. Kita harus membantu mereka agar bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya dan naik kelas,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian Mazhab. Ia berpandangan bahwa pembangunan Kota Depok harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Depok terus berkembang. Tetapi kemajuan kota harus diikuti dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pemerintah, DPRD dan masyarakat harus memiliki tanggung jawab yang sama,” kata dia.
Memasuki momentum HUT ke-27 DPRD Kota Depok, Mazhab berharap lembaga legislatif semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan secara optimal.
Dirinya, juga berharap perjalanan 27 tahun DPRD Kota Depok dapat menjadi evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Harapannya DPRD semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin mampu memperjuangkan kepentingan warga. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita adalah ketika keberadaan DPRD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Mazhab.
Bagi Mazhab, 27 tahun pengabdian bukanlah alasan untuk berhenti. Sebaliknya, perjalanan panjang tersebut menjadi pengingat bahwa amanah sebagai wakil rakyat harus terus dijalankan dengan tanggung jawab.
“Selama masih diberikan kesempatan dan kepercayaan, saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa menjadi manfaat untuk masyarakat Kota Depok,” ucapnya. (**).












