Bogor || Radarpost.id
PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban DKI Jakarta dan Banten (UP2B Jakban) terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu programnya melalui budidaya ikan nila berbasis bioflok yang kini telah memasuki tahap panen. Program tersebut dikembangkan untuk mendorong pemanfaatan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui TJSL diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri.
“Melalui budidaya ikan nila berbasis bioflok, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan budidaya, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan hasil panen menjadi produk bernilai tambah,” ujar Munawwar.
Manager PLN UP2B Jakban, Akhmad Duli, mengatakan keberhasilan program tidak hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga dari keberlanjutan kegiatan setelah proses budidaya.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada proses panen, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan adanya pengolahan hasil panen, kami ingin mendorong terciptanya nilai tambah sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha,” kata Duli.
Hasil panen ikan nila selanjutnya akan diolah menjadi produk ikan nila crispy yang dikelola oleh kelompok ibu-ibu anggota Poklahsar Bina Sejahtera. Pengolahan hasil budidaya tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai ekonomi ikan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan pengolahan dan kegiatan usaha.
Ketua Poklahsar Bina Sejahtera, Tati Halawati, mengapresiasi dukungan PLN terhadap pengembangan kelompok masyarakat di Desa Situ Udik.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini karena kami tidak hanya belajar membudidayakan ikan, tetapi juga belajar mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai jual. Nantinya produk ini akan kami pasarkan di sekitar Jabodetabek. Kami berharap ikan nila crispy ini bisa terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk yang dapat membantu meningkatkan perekonomian anggota kelompok,” ungkap Tati.
Pengembangan program mulai dari budidaya, panen hingga pengolahan hasil diharapkan dapat membangun rantai ekonomi masyarakat yang lebih berkelanjutan. Keterlibatan kelompok ibu-ibu dalam pengolahan ikan juga menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi produktif serta memperkuat peran perempuan dalam pengembangan usaha di tingkat desa.
Melalui program TJSL tersebut, PLN UP2B DKI Jakarta dan Banten terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian. Pendekatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan program dengan potensi lokal sehingga manfaat yang dihasilkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.












