Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Polri  

AKBP Ernie Vera Gagas GEGANA UNGGUL, Perkuat Kesiapan Personel Pasukan Gegana

Jakarta || Radarpost.id

Kepala Seksi Kesehatan dan Jasmani Pasukan Gegana Korbrimob Polri, AKBP Ernie Vera NZH, S.I.K., menggagas program GEGANA UNGGUL sebagai upaya memperkuat tata kelola kesiapan personel melalui integrasi pemeriksaan kesehatan, penilaian kesamaptaan jasmani, dan tindak lanjut pembinaan sebelum penugasan.

Gagasan tersebut merupakan proyek perubahan yang disusun dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun Anggaran 2026 di Pusdikmin Polri. Program ini dirancang untuk membangun sistem kerja terpadu antara fungsi kesehatan, jasmani, operasi, sumber daya manusia (SDM), serta satuan fungsi di lingkungan Pasukan Gegana.

Melalui GEGANA UNGGUL, hasil pemeriksaan kesehatan dan penilaian jasmani diharapkan dapat menjadi satu kesatuan informasi yang memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi personel. Dengan demikian, pimpinan memiliki dasar pertimbangan yang lebih terukur dalam menentukan kesiapan anggota sebelum melaksanakan tugas.

Integrasikan Penilaian dan Tindak Lanjut Pembinaan

Rancangan proyek perubahan ini berangkat dari kebutuhan untuk menghubungkan hasil Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) dengan Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla) yang selama ini dikelola melalui proses berbeda.

Padahal, penilaian kesiapan personel tidak cukup hanya berdasarkan kemampuan fisik. Riwayat kesehatan, kondisi cedera, perkembangan pemulihan, serta pembatasan medis yang relevan dengan pelaksanaan tugas juga perlu menjadi bagian dari pertimbangan.

GEGANA UNGGUL dirancang melalui siklus kerja yang mencakup penilaian kondisi personel, penetapan status kesiapan, pelaksanaan pembinaan atau pemulihan, penilaian ulang, hingga penyusunan rekomendasi kepada pimpinan.

Melalui mekanisme tersebut, setiap temuan diharapkan memiliki tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat dipantau. Pendekatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesinambungan pembinaan serta membantu memastikan kondisi personel menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan tugas.

Perkuat Kolaborasi Lintas Fungsi

Pelaksanaan GEGANA UNGGUL menekankan pembagian peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing fungsi.

Unsur kesehatan bertanggung jawab menilai kondisi medis personel dan menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, unsur jasmani melaksanakan penilaian kesamaptaan dan pembinaan fisik, sedangkan unsur operasi menyampaikan kebutuhan penugasan.

Fungsi SDM dan satuan terkait turut mendukung pembinaan serta penempatan personel dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan masing-masing anggota. Dalam hal ini, Kasi Kesjas berperan mengoordinasikan hubungan kerja lintas fungsi agar proses penilaian hingga rekomendasi dapat berjalan secara terpadu.

Dukungan pemeriksaan, rujukan, dan pemulihan juga dapat melibatkan Pusdokkes Polri atau RS Bhayangkara sesuai kebutuhan. Adapun penilaian medis tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan, sedangkan keputusan penugasan berada pada pimpinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Uji Coba Ditargetkan pada 50 Personel

Dalam tahap awal, rancangan proyek perubahan GEGANA UNGGUL menetapkan lima tahapan utama, yakni pembentukan Tim Efektif, penyusunan Keputusan Danpas Gegana, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pembangunan kolaborasi lintas fungsi, serta uji coba tata kelola terhadap 50 personel.

Jumlah tersebut menjadi sasaran uji coba awal untuk mengukur efektivitas rancangan sebelum diterapkan secara lebih luas.

Uji coba direncanakan menghasilkan rekapitulasi data kesehatan, hasil TKJ, status kesiapan personel, serta rekomendasi tindak lanjut yang diperlukan. Hasil evaluasi selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan sistem, sebelum penerapannya diperluas kepada seluruh personel Pasukan Gegana.

Proses pengembangan juga direncanakan disertai asistensi kepada fungsi-fungsi terkait guna mendukung konsistensi pelaksanaan dan keberlanjutan program.

Dorong Kesiapan Personel yang Lebih Terukur

Melalui GEGANA UNGGUL, AKBP Ernie Vera mengarahkan pembenahan tata kelola kesiapan personel pada ketepatan pembinaan, kesinambungan pemulihan, dan kejelasan rekomendasi sebelum penugasan.

Program ini diharapkan mampu menghadirkan informasi kesiapan personel yang terintegrasi dan dapat ditelusuri, sehingga hasil pemeriksaan kesehatan dan penilaian jasmani tidak berhenti sebagai data administratif, tetapi menjadi dasar tindak lanjut yang sesuai kebutuhan anggota.

Dengan tata kelola yang lebih terpadu, kondisi kesehatan dan kemampuan fisik personel diharapkan dapat dipertimbangkan secara lebih komprehensif dalam mendukung keselamatan anggota sekaligus menjaga kesiapan operasional Pasukan Gegana dalam melaksanakan tugas.