Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Tetap Aktif di Usia Senja, Widyawati Ungkap Cara Menjaga Kesehatan dan Kemandirian

Aktris senior Widyawati memiliki cara tersendiri untuk menjaga kebugaran tubuh di tengah usianya yang terus bertambah.(Foto: Rangga)

Jakarta || Radarpost.id

Aktris senior Widyawati memiliki cara tersendiri untuk menjaga kebugaran tubuh di pertengahan usianya yang terus bertambah. Selain mengatur pola makan dan rutin melakukan gerakan fisik sederhana, bintang film tersebut juga berusaha mempertahankan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi Widyawati, menjaga kesehatan bukan sekadar soal penampilan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Ia menyadari bahwa kondisi tubuh perlu mendapat perhatian lebih seiring bertambahnya usia.

Salah satu kebiasaan yang dilakukannya adalah mengawali pagi dengan aktivitas fisik ringan. Bahkan, sebelum turun dari tempat tidur, ia sudah membiasakan diri melakukan sejumlah gerakan untuk menjaga kelenturan tubuh.

“Bangun pagi itu pasti. Di tempat tidur pun saya melakukan gerakan-gerakan, termasuk gerakan tangan. Sedikit-sedikit, kemudian ada juga gerakan menggunakan beban,” ungkap Widyawati.

Selain berolahraga, ia juga memperhatikan asupan makanan. Widyawati mengaku mulai membatasi porsi nasi, terutama saat siang hari, serta mengurangi konsumsi daging merah. Untuk sarapan, ia lebih memilih yogurt dan buah-buahan.

Sayuran dan buah menjadi bagian penting dalam menu hariannya. Ia juga berusaha mengurangi makanan yang digoreng dan terlalu berminyak, meskipun tidak sepenuhnya menghindari makanan tersebut.

“Saya lebih banyak makan sayur dan buah. Untuk usia seperti sekarang, menurut saya, itu menjadi suatu keharusan. Kita juga harus mengurangi gorengan dan makanan yang terlalu berminyak,” tuturnya.

Tak hanya menjaga kesehatan dari dalam, Widyawati juga memperhatikan perawatan tubuh dari luar. Ia mengaku menjalani perawatan di sebuah klinik yang menggunakan produk berbahan alami. Menurutnya, perawatan tersebut tidak melibatkan injeksi maupun tindakan dengan peralatan medis tertentu.

Ia juga terbiasa mengonsumsi minuman tradisional atau jamu racikan sendiri. Kunyit dan kayu manis menjadi salah satu bahan yang sering digunakannya.

Kebiasaan menjaga kesehatan tersebut tidak terlepas dari kesadarannya bahwa tubuh membutuhkan perhatian secara menyeluruh. Baginya, menjaga asupan, melakukan aktivitas fisik, dan merawat diri merupakan bentuk mencintai diri sendiri.

Puluhan Tahun Menjalani Dunia Seni Peran

Di luar kebiasaan menjaga kesehatan, Widyawati merupakan salah satu aktris senior yang telah melewati perjalanan panjang di industri perfilman Indonesia.

Pengalaman selama puluhan tahun di dunia seni peran membuatnya memahami bahwa profesi seorang aktor tidak hanya membutuhkan kemampuan berakting, tetapi juga kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Meski telah lama berkecimpung di dunia hiburan, Widyawati mengaku masih terbuka terhadap tawaran pekerjaan. Ia menyebut sempat mendapatkan tawaran untuk kembali terlibat dalam produksi film, meskipun belum memastikan proyek yang akan diambil.

Dalam menjalani pekerjaannya, Widyawati juga dikenal tidak selalu bergantung pada banyak orang. Selama masih mampu mengurus kebutuhan sendiri, ia memilih melakukannya secara mandiri, termasuk ketika menghadiri kegiatan maupun menjalani proses syuting.

Ia bahkan terbiasa membawa barang-barangnya sendiri tanpa harus selalu didampingi asisten.

“Saya masih bisa mengerjakan sendiri, ya saya kerjakan sendiri,” katanya.

Sikap tersebut menjadi bagian dari caranya mempertahankan kemandirian di tengah aktivitas sebagai seorang aktris senior.

Mengenang Sophan Sophiaan, Suami yang Membuatnya Merasa Dimanja

Perjalanan Widyawati di dunia seni peran juga tidak bisa dilepaskan dari sosok mendiang suaminya, Sophan Sophiaan, aktor sekaligus tokoh perfilman Indonesia.

Dalam wawancara tersebut, Widyawati mengenang bagaimana dahulu ia kerap ditemani sang suami ketika menjalani pekerjaan maupun bepergian.

Kehadiran Sophan membuatnya terbiasa mendapatkan pendampingan. Bahkan, Widyawati mengakui dirinya dahulu termasuk pribadi yang cukup manja karena perhatian sang suami.

“Dulu saya lebih sering bersama suami. Mungkin saya terlalu dimanja, sehingga menjadi terbiasa seperti itu,” kenangnya.

Setelah Sophan Sophiaan meninggal dunia, Widyawati perlahan belajar menjalani berbagai urusan seorang diri. Ia mengaku sempat merasa takut, terutama ketika harus bepergian atau menghadiri undangan tanpa didampingi orang terdekat.

Namun, waktu membuatnya semakin terbiasa. Kini, ia lebih berani bepergian sendiri, mengurus keperluan pekerjaan, bahkan menghadiri sejumlah acara tanpa harus selalu ditemani.

“Alhamdulillah, sekarang saya jadi lebih berani. Dulu takut sekali kalau harus sendiri, tetapi sekarang sudah terbiasa. Akhirnya menjadi lebih mandiri,” ujarnya.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam kehidupan Widyawati setelah kehilangan pasangan hidupnya.

Meski demikian, kenangan tentang Sophan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Pengalaman menjalani rumah tangga dan kehidupan bersama sang suami turut membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat.

Bagi Widyawati, bertambahnya usia bukanlah alasan untuk berhenti berkegiatan. Selama masih diberikan kesehatan dan kesempatan, ia ingin tetap menjalani kehidupan dengan semangat, menjaga tubuh, serta melakukan pekerjaan yang masih bisa dikerjakan.

Kisahnya ditampilkan bahwa perjalanan seorang aktris tidak hanya tentang karya dan popularitas, tetapi juga tentang kedisiplinan merawat diri, keteguhan menghadapi kehilangan, dan keberanian untuk terus melangkah.