|| JAKARTA || RADAR POST.ID ||
Dalam sebuah momen bersejarah yang memadukan semangat nasionalisme dan pelestarian budaya, Sultan Sepuh Kesultanan Cirebon, PNG. Heru R. Arianatareja, S.Psi., M.H., resmi dipercaya negara untuk memimpin Lembaga Negara Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LNPKRI).
Penetapan tersebut merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 1964 tentang penghargaan dan tunjangan bagi tokoh perintis pergerakan kebangsaan dan kemerdekaan. Dalam kerangka hukum itu, peran Sultan Sepuh tak hanya bersifat simbolik, melainkan bentuk penguatan posisi tokoh adat dalam merawat semangat perjuangan di era modern. Proses penunjukan tersebut juga berada dalam pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Jejak Sejarah dan Penguatan Arsip Kesultanan
Sebagai bagian dari tanggung jawab barunya, Sultan Sepuh melakukan kunjungan resmi ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Rabu, 25 Juni 2025. Agenda ini bertujuan untuk memverifikasi, melestarikan, dan memperkuat dokumentasi sejarah Kesultanan Cirebon yang memiliki kontribusi penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
Dalam kunjungan itu, Sultan didampingi oleh sejumlah tokoh budaya dan seniman, termasuk artis dan aktivis budaya Aide Keihl, yang dikenal luas atas perannya dalam mengangkat budaya Indonesia ke ruang publik.
“Sangat penting bagi kami untuk menjalin sinergi dengan lembaga arsip negara agar warisan dokumentasi ini tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat diakses publik dan menjadi sumber belajar generasi muda,” ujar Sultan Sepuh dalam sambutannya di ANRI.
Sultan Modern dengan Visi Kebangsaan
Sultan Sepuh PNG. Heru R. Arianatareja adalah pemimpin tertinggi Kesultanan Cirebon saat ini, dengan latar belakang pendidikan psikologi dan hukum. Ia dikenal membawa pendekatan modern dalam kepemimpinannya, serta aktif dalam berbagai program sosial dan pendidikan yang mengedepankan pelestarian budaya Nusantara.
Melalui diplomasi budaya, ia terus menjalin hubungan dengan berbagai lembaga negara, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat adat, dan memperkuat jati diri kebangsaan di tengah arus globalisasi.
Peran Seniman dalam Pelestarian Sejarah
Aide Keihl, seniman muda yang ikut mendampingi kunjungan Sultan, menyuarakan pentingnya keterlibatan dunia seni dalam pelestarian sejarah.
“Saya merasa sangat terhormat mendampingi Sultan Sepuh. Budaya adalah sumber inspirasi dan identitas bangsa. Kita harus menjaganya bersama-sama,” ujar Aide, sembari menyerukan pentingnya edukasi sejarah melalui pendekatan kreatif.
Sinergi Lembaga Adat dan Negara
Pertemuan antara Sultan Sepuh dan pihak ANRI juga menghasilkan sejumlah rencana strategis, seperti digitalisasi arsip sejarah, pelestarian manuskrip kuno, dan integrasi warisan budaya dalam kurikulum pendidikan nasional. Inisiatif ini disambut baik oleh pemerintah daerah dan komunitas budaya.
“Ini menjadi model sinergi budaya-nasionalisme yang layak ditiru. Kesultanan Cirebon bukan hanya simbol sejarah, tapi juga penjaga nilai-nilai keindonesiaan,” ujar salah satu pejabat ANRI.
Investasi Identitas Bangsa di Era Modern
Langkah Sultan Sepuh dalam memimpin LNPKRI dan memperkuat dokumentasi sejarah Kesultanan Cirebon menunjukkan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, melainkan investasi identitas untuk masa depan.
Dengan dukungan lintas sektor — dari seniman, akademisi, hingga institusi negara — upaya ini menjadi penegas bahwa semangat perintis kemerdekaan masih relevan, dan terus disemai untuk generasi penerus bangsa.













