Depok || Radarpost.id
Anggota DPRD Kota Depok Edi Masturo, mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik seperti yang telah dilakukan oleh Walikota Depok
Program Nasional ini dilihatnya sangat pro-lingkungan dan membawa dampak sangat positif dari segi ekonomi dan kelestarian alam.
“Potensi ini sungguh luar biasa. Sudah saatnya pemanfaatan pengelolaan sampah sebagai bahan pembangkit listrik. Ini adalah program Nasional jadinya kita mendukung langkah Walikota Depok,” kata Edi Masturo kepada radarpost.id Selasa (29/07/2025) di Balaikota Depok kemaren.
“Ide pembangkit listrik dengan sumber terbarukan seperti tenaga hydro (air) dan gas metan yang terdapat di sampah harus kita dukung,”ucap Ketua Fraksi Gerindra ini.

Edi menyebut, kondisi TPA Cipayung di Depok kini sudah dalam posisi overload, menerima sekitar 1.300 ton sampah setiap hari dari penduduk yang sudah mencapai lebih dari 2 juta jiwa.
“Kita sedang dorong percepatan pembangunan pengolahan sampah berbasis teknologi, baik RDF (Refuse Derived Fuel) di TPST Cipayung maupun alternatif PLTSa seperti di Surabaya,” ungkapnya.
“Ini penting sebagai solusi hilir, selain tetap menguatkan peran masyarakat dan skala kawasan di hulu,” pungkasnya
Saat ini menurutnya, kesadaran masyarakat akan manajemen kelola sampah dimulai dari level rumah tangga sungguh memudahkan, terlihat dari pemisahan sampah organik dan anorganik.
“Dalam kesempatan itu kita akan dorong Pemerintah terus bergerak untuk menjadikan kalau perlu sebagai pilot proyeknya,” ucap Edi.
Sementara itu Walikota Depok Dr. Supian Suri mengatakan, Pemkot Depok juga tengah menjajaki opsi pengolahan sampah menjadi hidrogen yang ditawarkan oleh pihak ketiga. Menurut Supian, apapun metodenya, yang terpenting adalah solusi konkret terhadap persoalan sampah.

Tak hanya soal pengelolaan sampah, Supian juga menyoroti pembangunan infrastruktur di wilayah Cipayung. Ia memastikan sejumlah proyek strategis akan dilanjutkan demi kenyamanan warga, seperti pembangunan turap menuju Pitara dan pelebaran jalan dari Jembatan Serong hingga perbatasan Citayam.
“Kami juga akan membenahi jalur alternatif Jalan Muhidin yang menjadi akses penting warga. Saat ini jalannya sempit dan perlu pelebaran,” kata Supian.
Dengan langkah-langkah tersebut, Supian berharap Depok tak hanya tangguh dalam menghadapi persoalan sampah, akan terus berbenah dalam pembangunan infrastruktur demi kualitas hidup masyarakat. (**).













