Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Anggota DPRD Kota Depok Binton Nadapdap : Mainan Dolanan Tradisional Kembalinya Kegembiraan Masa Kecil

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Era teknologi, gadget jadi pilihan para generasi muda perkotaan saat ini dan pada akhirnya mulai melupakan mainan atau dolanan tradisional, bahkan mungkin merembet ke daerah pedesaan yang notabene merupakan asal dolanan bocah itu. Meski di perkotaan, tak jarang juga ditemukan sejumlah permainan khas Kota itu.

“Sebenarnya mainan atau dolanan kalau dimainkan lucu, bisa bikin tertawa lepas, seperti dolanan anak yang mereka mainkan adalah congklak, engkle yang dikenal tapak gunung, dulu itu permainan saya waktu masih kecil di Daerah Saya,” kata Anggota DPRD Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos., MM memberikan apresiasi terhadap gelaran Festival Ayo Bermain Ceria yang diadakan itu.

Di wilayah Kota Depok misalnya sejumlah dolanan anak yang mereka mainkan seperti congklak, engkle yang dikenal tapak gunung, permainan karet, sepak bulu ayam dan permainan roda kejujuran. Selain bermain, seluruh peserta juga diajak senam sehat bersama.

“Coba saja liat anak anak dari Gabungan Organisasi anak (GOA), masih cukup antusias untuk melestarikan permainan tradisional, aktivitas mereka pun beragam, meski kadang tak berjalan mulus,” tambahnya, usai dampingi Walikota dan Cing Ikah.

Bahkan kata Binton, pak Walikota Depok, Dr. H Supian Suri bersama istri yaitu Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah usai membuka juga ikut bermain.
“Bayangkan saja pak Walikota sama Cing Ikah begitu sibuknya, tapi masih mau bermain sama anak anak. Iya saya juga ikut main juga,” cerita Binton.

Dolanan tradisional yang diinisiasi oleh Pemerintah yang melibatkan anak muda itu bertujuan agar dolanan anak tetap lestari. Generasi muda pun tidak kehilangan jati diri karena tidak lagi mengenal budayanya.

“Ya, sebenarnya kami mengapresiasi kegiatan semacam ini, bila perlu di DOS ini, bisa tiap minggu digelar, ini kan baik anak anak muda Depok,” ujar Binton.

Keinginan untuk melestarikan permainan tradisional sebenarnya bukan hanya sampai di situ. Upaya untuk pembelajaran dolanan anak juga jadi agenda.

“Jadi menurut Saya upaya memperkenalkan permainan tradisional di Kota Depok sebenarnya tidak hanya lewat DOS saja. Kan bisa ditiap wilayah di adakan semacam ini,” ucap Binton.

Banyak petunjuk jalan, misalnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), anak SMP yang bisa memberikan pelajaran dolanan anak atau permainan tradisional.

“Atas dasar sejarah itu, saya bersama generasi muda mengajak menghidupkan kembali dolanan anak atau permainan tradisional yang kaya dengan makna tersebut,” tuturnya.

“Dolanan anak itu kan juga sebagai media trauma healing bagi anak-anak, ajang ketemu anak dari berbagai kalangan,” kata Binton.

Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah bersama Anggota DPRD Kota Depok Binton Nadapdap, usai menyaksikan permaina anak anak di Dos, Kota Depok

Tantangan memang berat, untuk kembali anak anak seperti orang orang di era 1990 an.
“Sebagai media untuk pembelajaran bagi anak usia dini tentang dolanan anak, menjadi harapan cerah bagi perajin dolanan anak bergairah memproduksi dolanan anak seperti kitiran, payung, manukan, klunthungan, angkrek hingga wayang-wayangan,” ucap Binton.

Menurut Binton, pelibatan anak-anak dalam proses pembangunan menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan mereka sebagai pemimpin masa depan.

Dirinya berharap, dengan keterlibatan sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang siap berkontribusi bagi bangsa.

“Jadikan kesempatan ini tidak semuanya harus menjadi pemimpin. Tetapi sebagai anggota yang hebat, pasti akan lahir menjadi pemimpin yang hebat,” pungkasnya. (**).