Depok || Radarpost.id
Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri menghadiri peringatan milad ke-26 Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) di Mall Pesona Square, Kota Depok, pada Sabtu (26/09/2026).
Supian Suri menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan KOOD selama 26 tahun sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya dan identitas Kota Depok.
Dirinya mengatakan, keberadaan KOOD memiliki peran penting dalam mempererat silaturahmi masyarakat.
Menurutnya, dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar, namun kebersamaan harus tetap dijaga.
Supian, berpesan agar anggota KOOD tidak menjadikan kepandaian maupun kondisi ekonomi sebagai ukuran dalam berorganisasi.
“Kuncinya cuma satu, enggak usah mikirin kudu pinter, enggak usah mikirin kudu kaya, tapi jangan gede ambek,” ujar Supian Suri dalam acara tersebut.
Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan KOOD terhadap dirinya selama menjalankan amanah sebagai Wali Kota Depok.
Supian Suri memaparkan, sejumlah program dan pembangunan yang telah maupun sedang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Di antaranya pembangunan dan penataan sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Raya Sawangan-Mampang, Jalan Enggram, Jalan Pemuda, serta pelebaran pertigaan Parung Bingung.
Pemkot Depok, kata Supian Suri, juga mulai melakukan penataan pedestrian di kawasan Depok Lama sebagai bagian dari upaya memperkuat kawasan yang memiliki nilai sejarah, termasuk sejarah kaum Depok.

Di bidang pendidikan, dia menyampaikan bahwa Pemkot Depok telah menjalankan program sekolah swasta gratis.
Pada tahun kedua pelaksanaannya, terdapat 52 sekolah swasta yang bergabung dalam program tersebut dan pembiayaannya ditanggung melalui APBD Kota Depok.
“Jangan sampai ada bocah Depok karena alasan enggak punya duit enggak bisa sekolah,” katanya.
Selain itu, Pemkot Depok juga mulai menghadirkan program PAUD gratis yang tersebar di 11 kecamatan.
Supian Suri menyebut program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pendidikan anak usia dini.
Untuk pendidikan tingkat SMP, Pemkot Depok juga terus menambah kapasitas sekolah, termasuk melalui keberadaan madrasah tsanawiyah swasta gratis.

Dirinya mengatakan jumlah tsanawiyah yang masuk dalam program tersebut kini bertambah menjadi dua.
Dalam kesempatan itu, Supian Suri juga menyampaikan rencana pembangunan flyover Margonda sebagai salah satu upaya pemerintah mengurai kemacetan di Kota Depok.
Ia mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama membangun rasa bangga terhadap Kota Depok.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Depok merupakan bagian dari identitas kota yang perlu dijaga.
“Lestarikan budaya kita sebagai identitas kebanggaan kita,” kata Supian.
Supian Suri juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan ketertiban kota serta mendukung pertumbuhan UMKM.
Ia menyinggung keberadaan car free day (CFD) Depok yang dinilainya telah menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat sekaligus wadah bagi pelaku UMKM.
Di akhir sambutannya, dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Depok apabila pemerintah belum maksimal dalam memenuhi berbagai harapan warga.
Ia meminta dukungan dan doa agar Pemkot Depok dapat terus menjalankan program pembangunan serta mewujudkan Depok sebagai kota yang membanggakan bagi masyarakatnya.
“Mohon dukungannya terus masyarakat Kota Depok agar kamui dapat memenuhi harapan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Depok H. Hamzah, mengatakan berbagai kegiatan turut digelar dalam rangkaian Milad KOOD Berbudaya ke-26.
Di antaranya Kompetisi Batu Akik Nusantara, lomba pantun, Lomba Cerita Bocah Depok, Lomba Batu Ilustrasi dan Batu Heboh.
Ada pula Mawalan, seminar budaya untuk guru sekolah, bazar UMKM, hingga 30 penampilan seni dan budaya Kota Depok.
Rangkaian kegiatan juga diisi pelantikan Ronda KOOD dan Wadon KOOD tingkat kecamatan serta donor darah yang bekerja sama dengan PMI.
“Seluruh rangkaian tersebut kami hadirkan sebagai sebuah ekosistem, yang mempertemukan tradisi, kreativitas, pendidikan, ekonomi kerakyatan, seni budaya, dan komunitas masyarakat Depok,” jelas Hamzah.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian ialah Kompetisi Batu Akik Nusantara.
Pada pelaksanaan sebelumnya, kompetisi tersebut mencatat sekitar 4.000 pendaftar.
“Tahun ini targetnya adalah 6.000 pendaftar batu akik. Jumlah peserta secara keseluruhan sampai saat ini masih ada proses pendaftaran dan verifikasi oleh panitia,” katanya.
Selain itu, kegiatan Mawalan yang dihadiri sekitar 1.500 orang selama dua hari serta kompetisi batu akik ditempatkan di area lantai tiga Mall Pesona Square.
Menurut Hamzah, pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari upaya memperluas ruang ekspresi budaya.
Kegiatan tersebut juga mempertemukan seni tradisi dengan kreativitas, pendidikan, ekonomi kerakyatan, dan aktivitas komunitas.
Hamzah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Depok dan berbagai perangkat daerah yang mendukung pelaksanaan Milad KOOD Berbudaya ke-26.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pengelola Mall Pesona Square yang telah menjadi ruang dan bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” pungkasnya.(**).












