Jakarta // Radarpost.id
Sebanyak 74 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menerima buku tabungan berisi premi hasil kerja sebagai bentuk penghargaan atas produktivitas mereka selama mengikuti program pembinaan kemandirian.
Penyerahan buku tabungan premi dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, pada Kamis (3/7). Program tersebut merupakan pemenuhan hak warga binaan yang aktif bekerja sekaligus bagian dari upaya membentuk pribadi yang mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Syarpani mengatakan, pembinaan di Lapas Cipinang tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan kerja, tetapi juga membangun karakter, etos kerja, disiplin, tanggung jawab, hingga kemampuan mengelola hasil usaha.
“Kami ingin setiap warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki pengalaman bekerja, menghargai proses, dan memahami bahwa setiap usaha yang dilakukan memiliki nilai. Premi ini merupakan bentuk penghargaan atas produktivitas sekaligus motivasi agar mereka siap hidup mandiri ketika kembali ke masyarakat,” ujar Syarpani dalam keterangannya, (6/7/2026).
Menurutnya, pembinaan kerja di Lapas Cipinang terus dikembangkan melalui berbagai unit usaha produktif, mulai dari peternakan ayam petelur, pertanian, perikanan, bakery, hingga pengolahan hasil pertanian. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Cipinang, Lis Susanti, menjelaskan bahwa besaran premi diberikan secara objektif berdasarkan tingkat keaktifan dan produktivitas warga binaan dalam mengikuti kegiatan kerja.
Ia mengungkapkan, hasil karya warga binaan sepanjang tahun 2025 menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21.361.000. Sedangkan pada periode Januari hingga Juni 2026, PNBP yang berhasil dihimpun mencapai Rp9.206.000.
“Khusus untuk periode Juni 2026, premi yang disalurkan kepada 74 warga binaan mencapai Rp7.338.000. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan negara,” jelas Lis.
Selain menerima premi, para warga binaan juga dibekali edukasi literasi keuangan melalui penggunaan buku tabungan.
Langkah ini bertujuan agar mereka terbiasa mengelola hasil kerja secara bertanggung jawab sejak masih menjalani masa pembinaan.
Salah seorang penerima premi berinisial FY mengaku bangga karena hasil kerja yang dilakukan selama mengikuti pembinaan mendapat apresiasi.
“Kami merasa kerja keras kami dihargai. Selain mendapat keterampilan, kami juga belajar disiplin, bertanggung jawab, dan mengelola hasil kerja. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berubah dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” katanya.
Melalui inovasi “Mewirausahakan Lapas”, Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat program pembinaan kemandirian untuk mencetak warga binaan yang produktif, terampil, dan berjiwa wirausaha.
Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian, pemasaran hasil karya warga binaan melalui koperasi dan UMKM, serta dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.













