Jakarta || Radarpost.id
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya terus melakukan langkah antisipasi demi menjaga fokus Timnas Indonesia jelang agenda penting pada Oktober mendatang. Sejumlah persoalan, mulai dari penjadwalan pertandingan, penunjukan wasit, hingga keterbatasan dukungan suporter, menjadi perhatian serius federasi.
“Untuk persiapan Oktober memang tekanannya tinggi. Awalnya laga digelar pukul 18.00, tapi setelah kita protes akhirnya digeser ke 20.15. Sekjen juga sudah kirim surat ke FIFA, dan saya akan kirim ke AFC soal wasit. Karena yang ditunjuk berasal dari kawasan yang sama, Kuwait. Kita harap bisa diganti ke wasit yang lebih netral, seperti dari Jepang, Australia, China, atau bahkan Eropa,” ujar Erick, Senin (16/9).
Selain itu, ia menyoroti situasi nonteknis yang dinilai bisa memengaruhi performa skuad Garuda. Mulai dari uji coba yang batal, keterlambatan pengawalan menuju stadion, hingga urusan akomodasi. “Kita sudah kirim tim advance, bahkan hotel pun kita pilih yang bukan dari panitia. Ini bagian dari menjaga faktor X supaya tim lebih fokus,” tambahnya.
Soal pemain keturunan yang berkarier di Eropa, Erick menyebut sebagian baru bisa bergabung pada 6 Oktober. Karena itu, ia meminta technical director serta tim pelatih untuk menyiapkan evaluasi dan review lebih awal meski tanpa latihan bersama.
Di sisi lain, ada kabar positif dari regulasi. Erick mengungkapkan bahwa akumulasi kartu kuning yang sebelumnya berlanjut, kini diputuskan dihapus. Namun, ia menilai keputusan itu bisa jadi lebih menguntungkan lawan dibandingkan Indonesia.
“Kita juga dibatasi soal suporter, padahal banyak warga kita di Saudi yang siap mendukung. Jadi memang banyak faktor eksternal yang harus kita waspadai,” jelasnya.
Terkait kursi pelatih untuk SEA Games, Erick memastikan keputusan belum final. “Satu-dua hari ini kita akan rapat dengan technical director untuk membahasnya lebih lanjut,” tutupnya.













