Depok || Radarpost.id
Tim Terpadu Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Sosial Kesbangpol Kota Depok menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk membahas langkah-langkah strategis dalam penanganan masalah sosial di Kota Depok. Sekaligus mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Satgas Premanisme.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Perpustakaan Kota Depok, ini melibatkan perwakilan dari berbagai instansi terkait, seperti Badan Kesbangpol, Polres Metro Depok, Kodim 0895 Depok, Kejaksaan dan OPD terkait, Rabu, (19/11/2025)
Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengungkapkan, pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi dalam rangka memastikan efektivitas pelaksanaan Satgas Premanisme dan Ormas Bermasalah.
Diharapkan, kegiatan ini dapat mempercepat penanganan masalah sosial yang kerap mengganggu ketertiban dan keamanan di wilayah Kota Depok.

Lebih lanjut, Dia menekankan bahwa aparat keamanan memerlukan dukungan dari publik. Menurutnya, perlu ada kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
“Oleh karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasan premanisme tidak dapat hanya diserahkan kepada aparat keamanan semata,” tegas Lienda.
Dia mengajak masyarakat untuk proaktif dalam menangkal potensi gangguan keamanan.
“Perlu adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, melakukan deteksi dini, serta menolak segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan dan intimidasi,” jelasnya.
“Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak rasa aman, menghambat aktivitas ekonomi, serta menurunkan kualitas kehidupan sosial,” sambungnya.
Sementara Wakasat Rreskrem Polres Metro Depok AKP Irman mengatakan, rapat ini, berharap dari pelaksanaan kegiatan setiap pihak terkait memiliki pemahaman yang sama dalam menangani masalah sosial.
“Kami bersama tim Satgas, sudah merumuskan langkah-langkah tindak lanjut yang jelas. Kami berharap, dengan kerja sama yang baik antara instansi terkait, Satgas dapat segera menjalankan tugasnya untuk mengatasi permasalahan sosial di Kota Depok,” ujar Irman.
Peningkatan koordinasi antarinstansi juga menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan pelaksanaan tugas Satgas berjalan optimal.
Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat kesiapan Pemerintah daerah dalam menghadapi potensi konflik sosial dan menjaga ketertiban masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kelompok premanisme dan ormas bermasalah yang dapat meresahkan.
Irman mengungkapkan bahwa premanisme merupakan masalah kompleks yang bukan hanya sebatas tindakan kriminal, namun juga indikator melemahnya nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Polres Metro Depok bersama Jajaran dan Tim Satgas akan terus memantau. Premanisme bukan sekadar tindakan kriminal, namun juga mencerminkan melemahnya kepedulian sosial dan disiplin moral di tengah masyarakat,” tutup Irman. (**).













