Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Tapteng Dilanda Banjir Bandang dan Longsor Satu Keluarga Korban Tewas Tertimbun

Tapteng Dilanda Banjir Bandang dan Longsor Satu Keluarga Korban Tewas Tertimbun
Tapteng Dilanda Banjir Bandang dan Longsor Satu Keluarga Korban Tewas Tertimbun
banner 120x600

Tapteng || Radarpost.id

Hujan deras tak kunjung berhenti menabuh bumi Tapanuli Tengah. Selama lima hari berturut-turut, langit seolah sedang menumpahkan seluruh amarahnya. Dari pegunungan hingga pesisir, deru air seperti musik mencekam yang menandai datangnya bencana.

Banjir Bandang Hutanabolon

Selasa, 25 November 2025. Warga Hutanabolon, Tukka, sedang beraktivitas seperti biasa. Lalu tanpa aba-aba, suara gemuruh dari arah hutan terdengar, semakin lama semakin dekat. Dalam hitungan menit, air berwarna coklat keruh menerjang kampung.

Air itu membawa kayu besar disertai lumpur. Menabrak dan menghancurkan apa pun yang ada di depannya.

Dalam video amatir yang viral di Facebook, seorang pria berbaju hijau tampak berdiri di lantai dua rumahnya. Ia memandang dengan wajah tak percaya—di depan matanya, gelombang banjir bandang menghantam permukiman.

Kayu-kayu besar terempas, beberapa menghantam tembok rumah hingga nyaris mencapai lantai dua tempat ia berdiri.

Di sekitarnya, warga menjerit, saling memanggil, dan berusaha mengevakuasi diri. Dalam sekejap, kampung kecil itu menjadi arena kepanikan.

Sekeluarga Jadi Korban Longsor di Sitahuis

Tak jauh dari situ, di Desa Mardame, Sitahuis, bencana lain datang diam-diam dan mematikan.

Hujan deras sepanjang malam membuat tebing di belakang rumah salah satu warga melemah. Ketika daerah itu tertidur, tanah tiba-tiba merosot, menimbun rumah yang dihuni sepasang suami-istri dan tiga anak mereka.

Pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WIB, Kepala Desa Master Gultom sedang mengecek keadaan warganya. Saat melintas di depan rumah itu, ia tertegun—tembok belakang rumah jebol dan tertutup material longsor.

Curiga, ia mendekat. Pintu terkunci.

Bersama warga, ia mendobraknya. Begitu masuk, mereka terpaku. Di dalam kamar yang salah satu dindingnya rata dengan tanah, tubuh-tubuh kecil dan seorang ibu tertimbun lumpur, tak lagi bergerak.

“Saya curiga terus lihat belakang rumah… sudah ada longsor. Ibu dan tiga anaknya ditemukan sudah meninggal dunia,” ucap Master Gultom dengan suara bergetar.

Bhabinkamtibmas, Aipda Rindu Hutabarat, bergerak cepat memimpin evakuasi. Satu per satu korban diangkat dari reruntuhan, diselimuti kain, lalu dibawa ke rumah keluarga.

Nama-nama Korban :
* Dewi Hutabarat (33), Ibu Rumah Tangga
* Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), SD
* Vania Aurora Lumbantobing (4)
* Ilona Lumbantobing (3)

Sang suami, Poliman Lumbantobing (37), tengah bekerja sebagai sopir angkutan di luar kota ketika tragedi itu terjadi.

Sarudik: Ratusan Warga Mengungsi, Air Setinggi Pinggang

Di Sibuni-buni, Sarudik, ratusan warga tak sempat menyelamatkan banyak barang. Air naik sejak pukul 05.00 WIB dan terus meninggi, mencapai pinggang orang dewasa.

Anak-anak digendong, barang-barang disematkan dalam plastik, suara tangisan dan helaan napas bergema di tengah genangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sebanyak tujuh kabupaten/Kota di Sumut alami bencana alam berupa banjir bandang dan longsor hari ini, Selasa (25/11/2025).

Kepala Bidang Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, saat ini pihaknya belum mendapatkan data pastinya, Sebab timnya masih melakukan evakuasi hingga saat ini.