Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Walikota Depok Wakili Kepala Daerah se-Indonesia Dukung Gerakan Pemberdayaan Disabilitas

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Walikota Depok, Dr. H Supian Suri mendapat kehormatan mewakili kepala daerah se-Indonesia dalam mendeklarasikan gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional.

Acara tersebut digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia (FMIPA UI), Selasa (02/12/2025).

Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, Walikota Depok Supian Suri didampingi Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani.

Walikota Depok membacakan lima poin pernyataan komitmen kepala daerah terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai bagian integral dari pembangunan daerah dan nasional.

“Saya berterima kasih kepada Pak Menko Pemberdayaan Masyarakat yang melaksanakan gerakan pemberdayaan disabilitas. Ini sejalan dengan cita-cita kita di Kota Depok,” katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar bersama Walikota Depok, Supian Suri, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah dan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta Wakil Rektor UI menekan tombol menandai dimulainya gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas pada momentum Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diadakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, di Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia (FMIPA UI), Selasa (02/12/15).
Bang Supian, sapaan akrab Walikota Depok, menjelaskan, gerakan yang dicanangkan pemerintah pusat tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengembangkan potensi anak disabilitas melalui kebijakan, program, serta dukungan anggaran yang dialokasikan pada perangkat daerah.

Salah satu upaya nyata adalah Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI), sekolah nonformal yang menyediakan layanan pelatihan keterampilan dan kegiatan kreatif bagi penyandang disabilitas di Kota Depok.

“Alhamdulillah beliau mengapresiasi. RKAI ini menjadi upaya dan semangat kita bagaimana pemerintah hadir dan bertanggung jawab, khususnya untuk masa depan anak-anak disabilitas,” jelasnya.

Berikut isi pernyataan komitmen kepala daerah dalam gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas:

1. Mengembangkan dan melaksanakan program gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian, partisipasi, dan kesejahteraan penyandang disabilitas.

2. Mengadopsi dan mereplikasi praktik baik dari kabupaten/kota yang telah berhasil menerapkan model pemberdayaan inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan penyandang disabilitas.

3. Meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, dan organisasi penyandang disabilitas untuk memperluas akses pendidikan, pelatihan vokasi, kesempatan kerja, kewirausahaan, serta penyediaan layanan pendukung yang memadai.

4. Mengalokasikan sumber daya yang memadai, termasuk anggaran, kebijakan, dan kapasitas kelembagaan, agar setiap inisiatif pemberdayaan disabilitas dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

5. Memonitor dan mengevaluasi capaian secara berkala sehingga gerakan pemberdayaan penyandang disabilitas memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Dengan ini kami bertekad menjadi bagian dari gerakan nasional yang mengedepankan inklusi, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas,” tandas Bang Supian.

Usai pembacaan deklarasi, Menko PM Muhaimin Iskandar bersama Wali Kota Depok, Wakil Bupati Kebumen, Wakil Bupati Kuningan, dan Wakil Rektor UI menekan tombol sebagai tanda dimulainya gerakannya. (**).