Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Daerah  

Mahasiswa Wisma Sahabat Yesus Rayakan Natal dengan Suka Cita dan Penuh Toleransi

Mahasiswa Wisma Sahabat Yesus Rayakan Natal dengan Suka Cita dan Penuh Toleransi
Mahasiswa Wisma Sahabat Yesus Rayakan Natal dengan Suka Cita dan Penuh Toleransi
banner 120x600

Depok | Radarpost.id

Mahasiswa yang tinggal di Wisma Sahabat Yesus, Jalan Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, merayakan Hari Raya Natal dengan penuh suka cita dan kebersamaan. Perayaan berlangsung damai, aman, dan kondusif.

Pimpinan Wisma Sahabat Yesus Depok, Romo Robertus Bambang Rudianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya perayaan Natal tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Hadir bersama kami Lurah Pondok Cina Nurman, KH Kholadi dari FKUB, Kapolsek, serta Romo Dion dari Gereja Katolik yang juga tergabung dalam FKUB,” ujar Romo Rudi.

Ia menuturkan, perayaan Natal menjadi momen kebahagiaan tersendiri bagi para mahasiswa yang tinggal di wisma, sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

“Ini kebahagiaan bagi kami bisa merayakan Natal bersama mahasiswa dan umat yang kadang mengikuti misa di sini. Intinya, ini bagian dari silaturahmi,” katanya.

Romo Rudi menekankan pentingnya saling menyapa dan berjumpa dengan hati yang terbuka sebagai dasar hidup bersama dalam keberagaman.

“Saya juga belajar bahwa berdoa dan bersyukur itu kebutuhan setiap manusia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Romo Rudi menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada intimidasi maupun larangan dalam menjalankan ibadah Natal di Kota Depok. Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan berbagai isu negatif yang beredar di media sosial.

“Kita hidup di negara yang menjunjung kebebasan berekspresi. Tapi tidak semua suara harus ditanggapi, apalagi jika tidak mewakili semangat saling menghormati,” ujarnya.

Ia memastikan tidak ada pelarangan atau pembatalan ibadah di Wisma Sahabat Yesus. Menurutnya, yang dibutuhkan hanyalah waktu dan proses untuk saling mengenal.

“Tidak ada larangan, tidak ada pembatalan. Kita hanya butuh waktu untuk saling mengenal,” tegasnya.

Romo Rudi juga menegaskan bahwa hubungan antara penghuni wisma dan warga sekitar selama ini berjalan baik.

“Selama tiga tahun ini tidak ada masalah. Bertetangga itu wajar kalau saling mengenal,” katanya.

Ia menjelaskan, mahasiswa yang tinggal di Wisma Sahabat Yesus berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan latar belakang yang beragam.

“Mereka datang dari NTT, Kalimantan, dan daerah lain. Mereka perantauan, butuh tempat yang damai untuk bertemu dan bertumbuh bersama,” tuturnya.

Menurutnya, proses yang terjadi saat ini merupakan bagian dari upaya saling mengenal antara warga dan penghuni wisma, yang justru menjadi fondasi penting dalam membangun toleransi.

“Toleransi itu bukan hanya soal agama, tetapi soal bagaimana kita saling menghormati sebagai manusia,” ujarnya.

Romo Rudi menegaskan bahwa toleransi sejati adalah menerima perbedaan dan menghargai keyakinan masing-masing tanpa saling mencederai.

“Depok sudah menunjukkan itu. Kita semua saling menghormati,” pungkasnya.

Ia juga membantah adanya upaya intimidasi terkait pernyataan maupun kegiatan ibadah di Wisma Sahabat Yesus.