Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Supian Suri Bersama Kemanag Kota Depok Catat Sejarah: Pastikan MTs Negeri Jadi Madrasah Unggulan

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Enjat Mujiat, memastikan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pancoran Mas (Panmas) yang baru diserah terimakan lahan dan bangunannya oleh Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri, akan menjadi madrasah unggulan pertama di Kota Depok.

“Alhamdulillah, kami bersama Kemenag Depok sangat bahagia luar biasa, ini menjadi sejarah pertama kali sejak sekian puluh tahun lalu belum ada MTSN baru. Sekarang di era Walikota H. Supian Suri, kita ada madrasah negeri baru,” kata Enjat, saat ditemui di lokasi Rabu (21/1/2026).

Selain serah terima lahan dan bangunan MTsN Panmas, tambahnya, Walikota juga menyerahkan lahan seluas 5000 meter untuk dibangun gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN), di wilayah Sukatani Tapos.

Luar biasanya lagi, tambah Enjat, Supian Suri juga meminta Kabid Pengelolaan Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Kharisma, segera menyerahkan aset lahan buat 3 Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beji, Panmas dan Cimanggis, yang selama ini sudah ditempati lahannya.

“Mohon maaf ini bukan keberhasilan saya, bukan perjuangan saya. Tapi semua ini terjadi hanya karena saya ada di waktu yang tepat, dimana saat ini pemimpin Depok yang bijak serta tim Kemenag yang berkualitas, sehingga diberikan kemudahan,” paparnya.

Enjat menjelaskan, MTsN Panmas ini merupakan madrasah negeri ketiga. Pertama, Wali Kota serahkan lahan dan bangunan SDN menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di wilayah Sukmajaya.

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo hadir ke Kota Depok untuk menyaksikan serah terima dan peresmian gedung Madrasah Tsanawiyah Pancoran Mas yang ini adalah hibah murni dari Bapak Walikota Depok. (foto.adm).
Madrasah negeri kedua ada MI, MTs, MA terpadu di wilayah Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang sudah ada Keputusan Dirjen. Ketiga, MTsN Panmas ini.

“Jadi ada MIN sudah sejarah, MTsN juga sejarah baru. Lalu hibah juga tanah seluas 5 ribu meter di Sukatani untuk MAN, ada juga hibah 3 lahan yang digunakan untuk KUA Beji, Panmas dan Cimanggis,” beber Enjat.

Enjat mengemukakan, MTsN baru itu harus membuka pendaftaran murid baru tahun ini. Selain itu, ia sudah mendapatkan ijin dari Kanwil dan Wali Kota Depok, untuk menjadikan MTsN Panmas baru itu sebagai Madrasah unggulan.

“Ini akan jadi MTsN unggulan pertama di Depok, sesuai arahan Wawenag, Kanwil Kemenag Jabar dan Wali Kota Depok. Secara bangunan sudah terpenuhi untuk jadi unggulan, ada ruang Lab, Perpustakaan, Mushola, lapangan olahraga, ruang multimedia, aula serta fasilitas untuk difabel, sudah cocok jadi unggulan,” urainya.

Anggota DPR RI, Ir. Nuroji menyerahkan bantuan Al Qur’an dan perangkat yang lainnya kepada Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Enjat Mujiat. (foto.adm).
Enjat mengakui, keberadaan madrasah negeri di Depok memang masih kurang. Hal itu ia lihat, saat membuka MIN 3 kelas dengan jumlah siswa 26 per kelas, hari pertama dibuka yang daftar sudah mencapai sekitar 300 anak, namun hanya 78 anak yang bisa diterima.

Artinya, terangnya, nuansa madrasah negeri masih dirindukan dan ditunggu. Walupun sekolah Islam banyak tapi cuma ada satu MTsN Cimanggis, yang merupakan warisan saat Depok masih masuk Kabupaten Bogor.

“Pak Wali betul, masyarakat begitu antusias anaknya ingin sekolah ke madrasah tapi cuma satu madrasah negeri, sehingga masuk madrasah swasta. Maka, warga sudah rindukan madrasah negeri lain,” ulasnya.

Saat ini, madrasah swasta di Depok ada 76 MTs , 142 MI dan Aliyah 34. Yang masuk RSSG ada 14 madrasah, dengan jumlah total murid hampir seribu.

“Itu juga luar biasa, bagaimana Walikota punya sebuah kreasi, dibuatlah swasta yang tidak bayar SPP seperti sekolah Negeri, terima kasih pak Wali,” unggahnya.

Kedepan, sambungnya, karena ini sejarah awal ada madrasah negeri yang di bangun dari Pemkot Depok, Enjat berharap ada lagi madrasah negeri lain yang dibangun.

Pasalnya, MTsN Panmas itu hanya untuk mengakomodir anak-anak dari wilayah Sawangan, Limo, Bojongsari dan Cinere, yang ingin sekolah di madrasah tersebut. Semoga, nanti ada MTsN wilayah timur.

“Kami sebagai user atau mitra dari Pemkot yang membantu kegiatan pelayanan keagamaan, pembinaan keagamaan dan pendidikan keagamaan, begitu merespon secara positif, sampai Wamenag turun ke Depok sebagai rasa respek terhadap Pemkot dan Wali Kota,” pungkasnya. (**).