Depok || Radarpost.id
Kepala Dinas Pendidikan Kora Depok melepas kafilah yang akan berkompetisi di ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kota Bekasi, 17–18 Juli akan menghadapi Kab. dan Kota se-Jawa Barat.
Pelepasan dilaksanakan di Masjid Baitul Kamal komplek Balaikota Depok, pada Jumat (17/7/2026), nampak hadir Kabid SD Zaky, Kasi, Ketua PAI Depok, Ketua PGRI, Pengawas SD para wali murid dan 28 peserta PAI Kota Depok.
Di ikuti para peserta hasil seleksi Pentas PAI tingkat Kota Depok yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono menyampaikan bahwa menggali dan mengembangkan minat dan bakat peserta didik merupakan tanggung jawab insan pendidikan.
Termasuk mengarahkan mereka untuk menjadi pribadi yang unggul dan religius, seperti di bidang agama dan budi pekerti.
“Alhamdulillah, kita melepas kafilah pentas PAI yang akan mengikuti lomba ke tingkat Jawa Barat,” kata Wahid, Jumat (17/7/2026).

“Mereka peserta dari jenjang SD se-Kota Depok yang sudah diseleksi dan terpilih akan melaksanakan lomba Pentas PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026,” tambahnya.
Menurutnya, Pentas PAI merupakan salah satu salah satu upaya insan pendidikan untuk memfasilitasi potensi peserta didik di bidang keagamaan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab semua pihak untuk mendukung kegiatan di atas.
“Pemkot Depok akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan agama sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan berprestasi,” jelasnya.
Kadisdik, mengapresiasi para guru PAI di Kota Depok yang telah menyelenggarakan seleksi para peserta didik di Pentas PAI, sehingga diharapkan pada ajang di tingkat Prov. Jawa Barat yang nanti akan membawa nama harum Kota Depok.
“Kami berharap kafilah Pentas PAI Kota Depok menunjukkan penampilan terbaiknya, sehingga dapat menjuarai lomba,” paparnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam di kalangan generasi muda.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok R. Muchamad Zakkya Fauzan yang akan hadir bersama Kasi Kelembagaan dan Peserta didik SD Disdik Kota Depok, Gunawan, SE, menyampaikan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan telah melewati proses seleksi dan pembinaan secara intensif.
Pembinaan tersebut, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kesiapan peserta, baik dari sisi kemampuan teknis, mental, spiritual, maupun fisik agar mampu bersaing dengan peserta dari Kabupaten/Kota lain di Jawa Barat.

“Target kami tampil yang terbaik dan bila perlu iya harus juara umum, tetapi juga meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan agama Islam serta membangun budaya berprestasi di kalangan peserta didik,” katanya.
Zakkya Fauzan menjelaskan, persiapan kafilah melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Kota Depok, Kantor Kementerian Agama, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI), pelatih, hingga guru pembina.
Sebanyak 28 peserta terbaik telah disiapkan untuk berlaga pada delapan cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PAI, Seni Qasidah Rebana, Praktik Salat Berjamaah, Praktik Adzan, Dai Cilik, Kaligrafi Islam, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ),” ucap Zakkya.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Pemkot Depok optimistis kafilahnya mampu menorehkan prestasi terbaik di Pentas PAI SD Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Ditempat yang sama Ketua PAI Kota Depok H. Ahmad menambahkan, Pentas PAI jenjang sekolah dasar (SD) tingkat Prov Jawa Barat tahun 2026.

Ini merupakan ajang tahunan yang mempertemukan siswa-siswa terbaik dari berbagai SMP di seluruh Jawa Barat untuk berkompetisi dan menampilkan bakat mereka dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
“Kami berharap seluruh peserta memiliki mental juara dan mampu tampil maksimal,” ujarnya.
Ahmad, menilai Pentas PAI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui penguatan keimanan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta pengembangan seni budaya Islam sejak usia dini. (**).













