GRESIK || Radarpost.id
Tim Pemburu Hilal dari Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Kabupaten Gresik memastikan tidak melihat hilal saat rukyat awal Ramadan 1447 Hijriah di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).
Pemantauan dilakukan di Balai Rukyat Bukit Condrodipo sejak pukul 17.42 hingga 17.54 WIB. Meski kondisi cuaca dilaporkan cerah, tim perukyat yang menggunakan alat optik maupun pengamatan mata telanjang menyatakan hilal belum terlihat.
“Sejak dilakukan pemantauan dengan menggunakan berbagai alat dan mata telanjang, seluruh perukyat menyatakan tidak melihat hilal,” ujar Ketua LF PCNU Gresik, Muchyidin Hasan, di lokasi rukyat.
Hasil pengamatan menunjukkan tinggi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Berdasarkan perhitungan hisab tim Lajnah Falakiyah PCNU Gresik, posisi matahari berada pada azimuth 257° 51′ 34″ dengan tinggi -1° 09′ 58″. Sementara posisi bulan tercatat pada azimuth 256° 38′ 43″ dengan tinggi -2° 08′ 08″ dan elongasi 01° 12′ 38″. Waktu maghrib setempat terjadi pada pukul 17.54.23 WIB.
Muchyidin menjelaskan, hasil rukyat tersebut telah disusun dalam laporan resmi untuk diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Laporan itu akan menjadi bahan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan yang digelar Kementerian Agama RI.
“Kami hanya melakukan pemantauan hilal di Bukit Condrodipo Gresik. Untuk keputusan kapan awal puasa, kami serahkan sepenuhnya kepada sidang isbat Kemenag malam ini,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu perukyat, Muhammad Sholakuddin, menyebutkan hasil hisab menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar hilal tidak akan terlihat di Indonesia,” ujarnya.
Data hisab dari berbagai daerah juga menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas. Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat serta menjaga toleransi dan persatuan dalam menyambut bulan suci Ramadan.













