Depok || Radarpost.id
Media Dakwah kini tak lagi identik dengan mimbar dan ruang masjid saja. Atau mungkin dengan media sosial kini menjadi sarana dakwah yang semakin efektif, terutama bagi generasi muda.
Hal ini dibuktikan oleh LDSI BKPRMI melalui acara Nyoklat Dakwah yang dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah dan Syiar Islam (LDSI) DPD BKPRMI Kota Depok, dihadiri puluhan remaja masjid di Kota Depok mengikuti kegiatan di Cafe Es Cokelat Impian, Raden Saleh, Sukmajaya, Kota Depok.
Dengan mengusung tema “Filter Iman di Era FOMO”, kegiatan ini memadukan dakwah, diskusi santai, dan hiburan kreatif dalam suasana kafe yang akrab dengan dunia anak muda.
Acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah dan Syiar Islam (LDSI) DPD BKPRMI Kota Depok, ini menghadirkan narasumber yang membahas fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di era digital serta dampaknya bagi kehidupan remaja muslim.
Para peserta diajak memahami cara menyaring informasi dan tren digital dengan nilai-nilai keimanan.
Tidak hanya kajian, kegiatan juga diramaikan dengan stand up comedy dakwah, doorprize, dan live music, sehingga dakwah terasa ringan, menyenangkan, dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.
Ketua Umum DPD BKPRMI Kota Depok, Dr. Amsori Jayadi, M.Ag menegaskan bahwa pendekatan dakwah perlu mengikuti perkembangan zaman.
“LDSI menjadi pintu masuk dakwah pemuda dan remaja masjid di Kota Depok dalam membangun kebangkitan pemuda Islam di era digital yang dahsyat ini,” ujarnya.
Sementara itu salah satu peserta, Azka Fathi Firdaus dari Remaja Masjid Al-Ikhsan, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari acara tersebut.
Ia menilai pembahasan FOMO sangat dekat dengan kehidupan remaja saat ini dan membantu mereka lebih bijak dalam menggunakan media digital.
Melalui kegiatan ini, BKPRMI berharap remaja masjid Depok semakin aktif menjadi agen perubahan yang kreatif, mandiri secara ekonomi, dan tetap berakhlak mulia di era digital.
Nyoklat Dakwah menjadi bukti bahwa dakwah bisa dikemas hangat, santai, dan tetap bermakna bahkan di tengah secangkir cokelat dan obrolan ringan. (**).













