Jakarta ||Radarpost.id
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya menghadirkan arus mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan responsif melalui pengerahan ratusan ribu personel serta penguatan layanan darurat 110 bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakapolri Dedi Prasetyo dalam konferensi pers kesiapan arus mudik Lebaran 2026 dan pengamanan nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, Polri menyiagakan sebanyak 161.000 personel gabungan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik di seluruh wilayah Indonesia.
“Personel akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri,” kata Dedi.
Selain kekuatan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang tersebar di jalur-jalur utama mudik. Pos tersebut terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu.
Pos-pos tersebut ditempatkan di berbagai lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan mobilitas masyarakat seperti rest area jalan tol, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, kawasan wisata, serta pusat kegiatan ibadah selama periode Lebaran.
Dedi menjelaskan, pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow, tetapi juga memperkuat transformasi layanan publik melalui digitalisasi sistem respons darurat.
Salah satu layanan yang diperkuat adalah layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik.
“Polri terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan tersebut dirancang untuk mempercepat pelaporan sekaligus memperpendek jalur birokrasi penanganan kejadian darurat di lapangan.
Dalam situasi darurat di jalur mudik—baik kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan—masyarakat dapat langsung terhubung dengan command center Polda atau Polres terdekat.
“Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” kata Dedi.
Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat musim mudik.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional bergantung pada integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah juga menyiagakan 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dengan cepat selama perjalanan.
Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, penguatan layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem manajemen mudik yang lebih responsif dan terintegrasi.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warga di setiap perjalanan menuju kampung halaman.
(Jaenal)













