Jakarta || Radarpost.id
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui ajang tahunan SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025. Mengusung tema “Ideas Built into Action”, program ini mencapai puncaknya melalui tahapan final pitching dan awarding pada 4 Maret 2026.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menyampaikan bahwa SPRINT merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis, serta pengembangan layanan dan produk.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan mengedepankan customer centricity, efisiensi, dan pengembangan layanan. Kami berharap ide-ide yang lahir tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan maupun pelanggan,” ujarnya.
Antusiasme Tinggi, Ratusan Ide Terkumpul
Pelaksanaan SPRINT 2025 mendapat respons positif dari para pekerja. Tercatat sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL beserta anak dan cucu perusahaan. Dari jumlah tersebut, 16 ide terbaik berhasil lolos ke tahap final pitching untuk dinilai oleh jajaran direksi.
Kompetisi inovasi tahun ini dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjaring ide yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.
Dua kategori baru turut diperkenalkan pada tahun ini, yakni Innovation Ideation Operational Category yang berfokus pada peningkatan layanan operasional dan transformasi bisnis, serta Innovation Implementation Category yang mendorong implementasi inovasi secara mandiri di unit kerja dalam bentuk perbaikan maupun quick win.
Dorong Implementasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Retno menambahkan, SPRINT yang kini memasuki penyelenggaraan keempat menjadi wadah bagi pekerja untuk mengembangkan ide hingga tahap implementasi.
“Program ini tidak hanya berhenti pada gagasan, tetapi mendorong realisasi inovasi yang berdampak pada efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan bisnis. Kami berharap budaya inovasi di SPSL semakin kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Komitmen manajemen terhadap program ini juga diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan terhadap ide-ide terpilih agar dapat diimplementasikan secara luas di lingkungan perusahaan.
Selain itu, dalam rangkaian puncak kegiatan, SPSL menghadirkan Sprint Talk dengan narasumber di bidang bisnis digital untuk memberikan wawasan terkait pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis.
Ke depan, SPRINT diharapkan terus menjadi penggerak transformasi bisnis perusahaan menuju organisasi yang adaptif, unggul, dan berdaya saing, khususnya dalam pengelolaan layanan pendukung kepelabuhanan serta pengembangan kawasan terintegrasi.













