Jakarta|| Radarpost.id
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia diminta memperkuat ekosistem Corporate University (CorpU) serta meneguhkan kembali niat pengabdian usai libur Idulfitri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik berbasis kompetensi dan integritas.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Kemenag, Mastuki, saat memimpin apel pagi di Ciputat, Senin (30/3/2026), bertepatan dengan hari pertama kerja pasca cuti bersama Lebaran.
Mastuki menekankan bahwa momentum kembali bekerja harus dimaknai sebagai titik awal memperkuat komitmen pelayanan. Nilai-nilai kesucian Ramadan, kata dia, perlu diimplementasikan dalam kinerja sehari-hari, terutama dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
“Tugas pengembangan kompetensi bukan sekadar administratif, tetapi menjadi inti dalam membentuk kualitas layanan publik. Kita mendidik mereka yang melayani, sekaligus melayani mereka yang mendidik,” ujar Mastuki.
Ia menjelaskan, ASN Kemenag memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga pendidik dan keagamaan seperti guru, dosen, penyuluh, penghulu, pengawas, hingga kepala madrasah.
Transformasi Corporate University
Dalam upaya tersebut, Kemenag terus mengembangkan konsep Corporate University sebagai model pembelajaran berkelanjutan bagi ASN. Mastuki menegaskan, CorpU bukan sekadar simbol kelembagaan, melainkan budaya kerja yang menekankan pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi.
Sejumlah platform digital telah disiapkan untuk mendukung transformasi ini, antara lain MOOC Pintar, pembelajaran digital, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Klinik Pengetahuan, hingga smart classroom. Platform tersebut diharapkan mampu menjangkau ASN hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Corporate University itu adalah kebiasaan berbagi pengetahuan, mengukur dampak, dan terus memperbaiki layanan,” kata dia.
Tiga Agenda Pembenahan ASN
Lebih lanjut, Mastuki menyampaikan tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian ASN pasca-libur Lebaran, yakni “Tiga Rapikan”.
Pertama, merapikan niat dengan menjadikan setiap program pengembangan kompetensi sebagai bentuk pengabdian.
Kedua, merapikan disiplin dan kualitas kerja melalui profesionalitas, mulai dari ketepatan waktu hingga evaluasi kinerja yang objektif.
Ketiga, merapikan akhlak layanan dengan mengedepankan empati dan sikap sebagai mitra belajar.
Menurut Mastuki, pendekatan tersebut penting untuk memastikan layanan publik tidak hanya efektif secara sistem, tetapi juga humanis dalam praktiknya.
“Yang diingat masyarakat bukan hanya sistem atau platform yang digunakan, tetapi bagaimana kita memperlakukan mereka,” ujarnya.
Penguatan ekosistem Corporate University dan pembenahan etos kerja ASN diharapkan mampu mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag, sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik yang inklusif dan berkelanjutan.













