Jakarta|| Radarpost.id
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penyesuaian pola kerja aparatur pemerintah, termasuk skema empat hari kerja di kantor dan satu hari Work From Anywhere (WFA), tidak akan mengganggu keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hidayana, menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri kegiatan halal bihalal di kantor pusat BGN, Jakarta, Senin (30/3).
“Apapun bentuk penyesuaian pola kerja, layanan MBG harus tetap berjalan. Distribusi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik dan kelompok 3B, harus sesuai jadwal,” ujar Dadan.
Ia menjelaskan, penyaluran MBG akan tetap mengacu pada jumlah hari sekolah. Sekolah dengan lima hari kegiatan belajar mengajar, misalnya, tetap akan menerima distribusi MBG selama lima hari dalam sepekan.
Selain itu, program juga dipastikan terus berjalan bagi kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
“Kami menyesuaikan dengan kebijakan yang ada, namun Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan, terutama untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Ini perlu diintensifkan,” katanya.
BGN juga menyatakan dukungannya terhadap langkah efisiensi yang diterapkan pemerintah, termasuk pengaturan penggunaan fasilitas dinas.

Meski demikian, penyesuaian tersebut dipastikan tidak akan mengurangi kualitas maupun jangkauan layanan kepada masyarakat.
Dengan pengelolaan yang adaptif dan terukur, BGN optimistis program MBG tetap berjalan efektif sekaligus mendukung transformasi tata kelola pemerintahan yang lebih efisien.













