Jakarta|| Radarpost.id
Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat transformasi pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) berbasis digital dengan menargetkan partisipasi hingga 500.000 pendidik melalui platform MOOC Pintar.
Langkah ini ditempuh sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) yang lebih fleksibel, cepat, dan merata di seluruh Indonesia.
Pakar pendidikan, Bahrul Hayat, menyebut tren pengembangan kompetensi saat ini mengarah pada pendekatan micro-credentials, yakni sistem pelatihan berbasis modul singkat dan spesifik.
“Pendekatan ini memungkinkan peserta tetap belajar meski hanya memiliki waktu dua hingga tiga jam. Jadi tidak harus mengikuti pelatihan berhari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, sistem ini juga perlu disertai pengakuan bertingkat bagi peserta, seperti level kompetensi berdasarkan jumlah modul yang diselesaikan, guna meningkatkan motivasi belajar.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Kemenag, Mastuki, menegaskan digitalisasi pelatihan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjangkau ASN dalam jumlah besar.
“Jika pelatihan tetap konvensional, ketertinggalan kompetensi ASN tidak terhindarkan. Platform digital memastikan materi yang sama dapat diakses secara serentak oleh guru, kepala madrasah, hingga staf,” kata Mastuki.
Ia menjelaskan, transformasi ini didorong oleh sejumlah faktor utama, di antaranya skala kebutuhan pelatihan ASN yang sangat besar, efisiensi anggaran, serta tuntutan kecepatan akses informasi.
Selain itu, digitalisasi dinilai mampu menghadirkan pemerataan akses pembelajaran, termasuk bagi pendidik di daerah terpencil, dengan kualitas materi yang seragam.
Kemenag juga mengandalkan sistem berbasis data untuk memantau perkembangan peserta secara real-time, sekaligus menyesuaikan metode pembelajaran dengan pola belajar masyarakat yang kini semakin dinamis dan fleksibel.
Pengembangan desain pelatihan ini melibatkan Pusbangkom SDM, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta tim inovasi dari program Kemitraan Indonesia-Australia.
Melalui transformasi digital ini, Kemenag berharap peningkatan kompetensi ASN dapat berlangsung lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan zaman.













