Jakarta||Radarpost.id
Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mendadak dipenuhi lautan seragam pada Sabtu (16/5/2026). Ratusan kader muda Ormas Bang Japar berkumpul untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Angkatan ke-2.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, pelatihan dua hari ini mengusung tema “Berbuat dan Bermanfaat” sebagai upaya membentuk kader yang disiplin, solid, dan siap terjun langsung membantu masyarakat.
Sejak pagi buta, peserta sudah berdatangan. Proses registrasi berjalan tertib, lalu dilanjutkan dengan apel pembukaan di lapangan Graha Wisata.
Suasana semakin panas ketika derap langkah peserta menggema, ditambah pembacaan tata tertib yang menegaskan bahwa kader Bang Japar harus kuat mental, kuat karakter.
Acara pembukaan dilanjutkan di aula lantai dua Gedung Graha Wisata. Lagu Indonesia Raya menggema, disusul penampilan tarian pembuka yang langsung disambut tepuk tangan bergemuruh.
Ketua Dewan Penasehat Markas Komando Pusat Bang Japar H. Aldwin Rahadian bersama H. Andre Yakub menyampaikan pesan keras di hadapan peserta.
“Loyalitas, kedisiplinan, dan kekompakan adalah kunci. Bang Japar harus jadi wadah perjuangan nyata, bukan sekadar kumpulan individu,” tegas Aldwin.
Ia menekankan, Bang Japar yang sudah berusia sembilan tahun terus berkembang dan harus semakin nyata hadir di tengah masyarakat.
Menurut Aldwin, Bang Japar membawa semangat akademis, sosial, dan pengabdian, serta wajib menjaga nilai kebangsaan seperti persatuan, gotong royong, dan keberanian membela rakyat kecil.
“Ke depan, Bang Japar harus jadi organisasi yang dicintai warga lewat program nyata, mulai dari advokasi hukum sampai pendampingan sosial,” katanya.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Hj. Fahira Idris, S.E., M.H. tampil memberikan suntikan semangat. Ia menegaskan bahwa kader Bang Japar bukan sekadar ikut-ikutan organisasi, tetapi harus punya niat besar untuk memberi manfaat.
“Kita semua di sini saudara. Boleh beda latar belakang, tapi tujuan kita sama, yaitu bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Fahira.
Fahira juga mengingatkan agar kader tidak mudah terpancing perbedaan pendapat.
Menurutnya, kader Bang Japar harus bisa membuktikan bahwa organisasi hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sumber masalah.
“Dulu mungkin kita hanya masyarakat biasa. Tapi ketika kita mau hadir, mau belajar, dan mau membantu masyarakat, maka perlahan kita jadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Kegiatan LDK ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Suhud Alynudin, S.IP., M.Sc. yang hadir langsung di lokasi.
Suhud mengapresiasi langkah Bang Japar yang konsisten membina kader muda lewat pelatihan kepemimpinan.
“Organisasi punya peran besar membangun kesadaran masyarakat. Kita harus memanfaatkan sarana yang ada untuk menyebarkan nilai kebaikan, persaudaraan, dan semangat kebangsaan,” kata Suhud.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah menjaga ketertiban, serta ikut membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
LDK Bang Japar Angkatan ke-2 ini menyajikan materi yang lengkap dan padat. Fahira Idris didampingi Sekretaris Umum Bang Japar Muhammad Hamim, S.I.K. membedah sejarah organisasi, visi-misi, hingga arah gerakan Bang Japar ke depan.
Sementara itu, Peneliti Senior BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A. menjelaskan bahwa tema “Berbuat dan Bermanfaat” bukan sekadar slogan.
Ia menegaskan, kader Bang Japar harus benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata, menjaga persatuan, dan menjaga nama baik organisasi.
“Anggota Bang Japar harus aktif, peduli sosial, disiplin, dan berakhlak. Mereka harus menjadi pelopor membantu masyarakat sekaligus menjaga keamanan lingkungan,” ujar Prof. Siti.
LDK juga menghadirkan pemateri dari Bakesbangpol DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, hingga Kemendagri RI yang membahas peran strategis ormas dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah.
Tak hanya itu, pemahaman hukum juga dikuatkan melalui materi advokasi yang disampaikan Aziz Fauzi, S.H., M.H. dan Ali Hakim Lubis, S.H., M.H., agar kader memiliki bekal dalam melakukan pendampingan warga sesuai aturan.
Perwakilan panitia dari Danwil Jakarta Barat, Muhammad Fauzi, menyebut kegiatan ini memberi dampak besar bagi peserta karena memperkuat wawasan organisasi sekaligus kepemimpinan.
“LDK ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan tentang organisasi, kepemimpinan, sampai hukum,” ujarnya.
Sementara salah satu peserta, Supron dari Danhan Jelambar (Gropet), berharap kegiatan berikutnya bisa lebih besar dan lebih lengkap.
“Semoga kegiatan berikutnya semakin baik, materinya semakin lengkap, dan semua peserta terus menjaga kekompakan untuk membesarkan Bang Japar,” tutupnya.
(Jaenal)













