Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pemkot Jaksel Bangun Waduk Terintegrasi di Bintaro

banner 120x600

Jakarta Selatan || Radarpost.id

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan merespon cepat keluhan masyarakat dengan pembangunan waduk strategis yang kini mulai dikerjakan di atas lahan seluas 2,8 hektare di Jalan Rengas, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan.

​Pemanfaatan lahan yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini diproyeksikan menjadi solusi kunci untuk menata sistem drainase makro di kawasan tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai bak penampungan air raksasa, proyek ini dirancang dengan konsep modern yang menggabungkan fungsi teknis dan fungsi sosial.

​Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo, mengatakan bahwa kehadiran waduk ini akan melengkapi infrastruktur sumur resapan yang selama ini sudah tersebar di berbagai titik. Fokus utama dari pembangunan ini adalah memberikan perlindungan ekstra bagi kawasan yang selama ini menjadi langganan luapan air, khususnya di sekitar Swadarma.

​”Lahan milik Pemprov DKI di Jalan Rengas akan kami fungsikan sebagai waduk. Jika proyek ini selesai, wilayah Swadarma dan sekitar Kali Keuangan akan sangat terbantu dalam mengatasi banjir,” ujar Santo, Senin (6/4).

​Dengan kedalaman yang direncanakan mencapai lima meter, waduk ini diharapkan mampu meredam debit air kiriman maupun air hujan lokal sebelum mengalir lebih jauh ke hilir. Sistem ini nantinya akan diperkuat dengan mekanisme penyodetan dari Kali Rengas dan Kali Uangan, sehingga sirkulasi air tetap terkendali meski dalam intensitas hujan tinggi.

​Meski secara keseluruhan memiliki prospek cerah, pengerjaan proyek ini menghadapi tantangan kecil terkait urusan birokrasi. Dari total luasan lahan, terdapat sekitar 4.000 meter persegi yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi.

​Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan langkah Suku Dinas SDA Jakarta Selatan. Untuk memastikan target waktu tercapai, pengerjaan fisik telah dimulai secara parsial di titik-titik yang sudah dinyatakan clean and clear.

​”Saat ini kami sudah mulai melakukan pengerukan di bagian pinggir lahan sambil menunggu sisa area selesai proses administrasinya,” tambah Santo.

Ia optimis bahwa koordinasi antar-instansi akan berjalan cepat sehingga alat berat dapat segera beroperasi secara maksimal di seluruh area lahan.

​Satu hal yang membedakan proyek ini dengan waduk konvensional lainnya adalah pendekatan estetika dan kenyamanan lingkungan.

Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen untuk tidak sekadar membangun kolam beton yang kaku, melainkan sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang asri.

​Nantinya, di sekeliling waduk akan dibangun lintasan joging (jogging track) serta berbagai fasilitas pendukung yang dapat dinikmati warga untuk berolahraga maupun bersantai. Konsep ini sejalan dengan visi Jakarta untuk menyediakan lebih banyak ruang publik yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga ekosistem kota.

​Dengan adanya Waduk Rengas ini, warga Pesanggrahan tidak hanya dijanjikan lingkungan yang lebih kering saat musim hujan, tetapi juga mendapatkan fasilitas rekreasi baru sebagai paru-paru kota di tengah padatnya pemukiman Bintaro. Sebuah langkah maju yang membuktikan bahwa mitigasi bencana dan kenyamanan warga bisa berjalan beriringan dalam satu cetak biru pembangunan yang terintegrasi. (Jon)