Jakarta|| Radarpost.id
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Waisak 2026 tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan Bhante Sri Paññavaro Mahāthera bersama jajaran Sangha Theravada Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah agenda besar umat Buddha, mulai dari rangkaian Waisak 2026 hingga kegiatan internasional yang melibatkan komunitas lintas negara.
Nasaruddin menekankan bahwa nilai toleransi harus terus diperkuat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengutip pesan dari Raja Ashoka yang menekankan pentingnya menghormati keyakinan sendiri tanpa merendahkan kepercayaan orang lain.
“Nilai ini sangat relevan dalam konteks Indonesia saat ini. Toleransi bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Menurut dia, pemerintah siap mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan Waisak yang membawa pesan damai dan inklusif bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Bhante Paññavaro menyampaikan bahwa ajaran yang diwariskan sejak masa Raja Ashoka masih menjadi pedoman universal dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai perayaan Waisak harus dimaknai lebih dari sekadar ritual keagamaan.
“Waisak adalah momentum memperkuat welas asih, kebijaksanaan, dan hidup berdampingan secara damai. Ini penting bagi masyarakat yang majemuk seperti Indonesia,” kata Bhante.
Selain Waisak 2026, pertemuan juga menyoroti sejumlah agenda penting lainnya, seperti Gema Waisak, ITC-Āsālha Mahāpūjā, serta peringatan 50 tahun Sangha Theravada Indonesia.
Pemerintah berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu menjadi ruang dialog lintas agama sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi moderasi beragama.
Komitmen ini dinilai penting di tengah dinamika global yang kerap memicu gesekan identitas. Melalui perayaan Waisak 2026, Indonesia diharapkan dapat kembali menegaskan posisinya sebagai contoh harmoni dan toleransi antarumat beragama di dunia.













