Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Panas! Skuad DBL All-Star 2026 Diumumkan, Ada Kakak-Adik Tembus Tim Elite hingga Program “Super Teacher”

DBL Indonesia resmi mengumumkan skuad Kopi Good Day DBL All-Star 2026 usai rangkaian seleksi ketat dalam DBL Camp 2026. Sebanyak 24 pemain terbaik—terdiri dari 12 putra dan 12 putri—serta 4 pelatih terpilih akan diberangkatkan ke luar negeri untuk menjalani pelatihan sekaligus pertandingan basket.( Dok DBL )
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

DBL Indonesia resmi mengumumkan skuad Kopi Good Day DBL All-Star 2026 usai rangkaian seleksi ketat dalam DBL Camp 2026. Sebanyak 24 pemain terbaik—terdiri dari 12 putra dan 12 putri—serta 4 pelatih terpilih akan diberangkatkan ke luar negeri untuk menjalani pelatihan sekaligus pertandingan basket.

Ajang tahunan yang memasuki tahun ke-17 ini diikuti lebih dari 250 pemain dan 54 pelatih dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Para peserta merupakan student-athlete hasil seleksi dari berbagai jalur, termasuk First Team, Second Team, hingga program Road to DBL Camp.

Selama sepekan, seluruh campers digembleng oleh pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia yang dipimpin legenda basket Andrew Vlahov. Persaingan menuju 24 besar disebut sebagai salah satu yang paling ketat sepanjang sejarah.

“Tahun ini persaingannya sangat ketat, bahkan kami harus menambah jam latihan dan meeting,” ujar Vlahov dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).

Kakak-Adik Ukir Sejarah

Salah satu cerita menarik datang dari terpilihnya Praisey Blessed dan sang adik, Miracle Christiano. Keduanya mencatat sejarah sebagai kakak-beradik pertama yang lolos ke skuad All-Star di tahun yang sama.

Christiano mengaku bangga bisa berangkat bersama sang kakak. “Senang banget, apalagi bisa satu tim dengan kakak. Walau di rumah sering berantem, tapi kami saling support,” ujarnya.

Tak Sekadar Latihan, Incar Beasiswa

Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, menegaskan bahwa program luar negeri bukan sekadar latihan biasa. Para pemain juga akan diikutkan dalam turnamen untuk membuka peluang beasiswa.

“Kami akan pilih turnamen yang tepat agar mereka bisa dilihat pelatih di luar negeri. Harapannya ada lagi pemain Indonesia yang dapat scholarship,” kata Azrul.

Sepatu Custom Eksklusif, Angkat Tema Nusantara

Dalam momen pengumuman tersebut, DBL juga meluncurkan sepatu DBL Play 2.0 edisi custom hasil kolaborasi dengan brand AZA dan seniman visual Assadul Wafi Al Mawardi dari Sneakcares.

Sepatu ini dibuat eksklusif hanya untuk 28 orang terpilih (pemain dan pelatih All-Star). Desainnya mengusung tema “Nusantara di setiap langkah talenta muda Indonesia” dengan dua karakter utama:

Garuda Rise untuk sektor putra, melambangkan kekuatan dan kepemimpinan

Srikandi Rush untuk sektor putri, menggambarkan kecerdasan dan ketangguhan

Motif batik seperti Mega Mendung dan Parang turut memperkuat identitas budaya Indonesia dalam desain tersebut.

DBL Luncurkan Program “Super Teacher”

Tak hanya fokus pada pemain, DBL Indonesia juga meluncurkan program baru bertajuk Super Teacher sebagai bentuk apresiasi kepada guru.

Program ini terbuka gratis untuk seluruh guru di Indonesia. Nantinya peserta akan diseleksi untuk mendapatkan pelatihan hingga kesempatan belajar ke luar negeri, mirip dengan konsep DBL Camp.

“Selama ini kami membantu mewujudkan mimpi siswa. Sekarang saatnya kami juga mewujudkan mimpi para guru,” ujar Azrul.

Ia menegaskan, peran guru sangat vital dalam perjalanan DBL, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga dalam membentuk karakter siswa di luar akademik.

Daftar Skuad DBL All-Star 2026

Putra: Miracle Christiano (Raffles Christian School Jakarta), Fathy Muhammad (SMAN 5 Bogor), Jordan Marcellino (SMA Methodist 2 Medan), Steven Sebastian (SMAN 9 Bandung), Riovaldo Renjiro (SMA Bukit Sion Jakarta), Raefky Aboary (SMA Labschool Kebayoran Jakarta), Chimaobi Nzekwue (SMA Jubilee Jakarta), Sean Jason (SMAN 1 Balikpapan), Gerrard Matthew (SMA Cita Hati East Surabaya), Ryansean Bastian (SMA Bukit Sion Jakarta), Matthew Ivander (Raffles Christian School Jakarta), Efrael Yerusyalom (SMA Bukit Sion Jakarta).

Pelatih Putra:

Gian Gumilar (SMAN 9 Bandung), Rimbun Maruli (SMA Pangudi Luhur Jakarta).

Putri: Inez Welly (SMA BPK Penabur Cirebon), Ariqa Shafa (SMA Jubilee Jakarta), Joanne Giovanni (SMA St Louis 1 Surabaya), Ni Kadek Winda (SMAN 1 Gianyar), Richelle Evelyn (SMA St Louis 1 Surabaya), Kartika Hatta (SMA BPK Penabur Cirebon), Fiorenza Celesta (Global Prestasi School Bandung), Syafira Dwita (SMA BSI Palembang), Praisey Blessed (SMA BPK Penabur Cirebon), Hannah Harshita (SMA Kolese Santo Yusup Malang), Chloe Cathleen (Raffles Christian School Jakarta), I Gusti Ayu Krisabella (SMAN 1 Denpasar).

Pelatih Putri:

Daniel Tedjo Seputro (SMAN 11 Semarang), Mey Putridiana (SMAN 3 Malang).

DBL Indonesia menegaskan, program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembentukan karakter dan mimpi generasi muda—dengan dukungan guru sebagai fondasi utamanya.