Tangerang|| Radarpost.id
Yuan Ze University (YZU) Taiwan menyerahkan hibah internasional kepada Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya guna memperkuat kapasitas laboratorium pendidikan.
Hibah tersebut difokuskan untuk mendukung kegiatan praktikum, pengajaran, hingga riset di lingkungan kampus.
Penyerahan hibah bertajuk International Grant for Laboratory Capacity Improvement itu berlangsung di Kampus III BSD City, Serpong.
Bantuan diberikan kepada Laboratorium Rekayasa 5, Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI), berupa dua unit peralatan laboratorium.
Direktur Eksekutif YZUxAJCUI Collaboration Center, Yanto, mengatakan hibah ini merupakan bagian dari komitmen YZU dalam memperkuat kolaborasi internasional dengan Atma Jaya.
“Melalui program ini, kami berharap Laboratorium Rekayasa 5 dapat semakin berkembang dan mampu menunjang kegiatan riset serta pembelajaran yang inovatif dan berstandar internasional,” ujar Yanto dalam keterangannya.
Hibah tersebut diterima langsung oleh Wakil Dekan II FBTI, Feliks Prasepta S. Surbakti. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan dan menilai bantuan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas fasilitas akademik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Hibah ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di fakultas kami,” katanya.
Sementara itu, Kaprodi Teknik Industri FBTI, Hotma A. Hutahaean, menilai peningkatan fasilitas laboratorium menjadi penting dalam menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Menurutnya, keberadaan peralatan baru ini diharapkan mampu memperkuat integrasi antara pembelajaran teoritis dan praktik di lapangan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya di bidang teknik industri yang semakin menuntut kesiapan praktis dan inovatif,” jelasnya.
Sebagai informasi, YZUxAJCUI Collaboration Center yang berdiri sejak 2024 merupakan perwakilan resmi YZU di Indonesia yang fokus pada penguatan kerja sama akademik dan riset.
Ke depan, kolaborasi antara kedua institusi ini diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam peningkatan fasilitas, tetapi juga mencakup pertukaran akademik dan inovasi global.













