Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Agung Dorian dan Sara Riesma Lepas Single “Nada Untuk Dikenang”, Lagu Tentang Ikhlas yang Menyayat Hati

Lagu ini menjadi karya keenam Agung Dorian sekaligus membuka fase musikal yang lebih personal dan emosional pada 2026.(Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Musisi muda kembali menandai perjalanan karier musiknya lewat perilisan single terbaru bertajuk “Nada Untuk Dikenang”. Lagu ini menjadi karya keenam Agung Dorian sekaligus membuka fase musikal yang lebih personal dan emosional pada 2026.

Menggandeng sebagai featuring artist, “Nada Untuk Dikenang” hadir dengan balutan pop alternatif bernuansa intim dan reflektif. Tidak sekadar menghadirkan lagu patah hati, single ini berbicara tentang ketulusan dalam melepaskan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.

(istimewa)

Dalam lagu tersebut, Agung Dorian mencoba menyampaikan bahwa cinta tidak selalu harus dimiliki. Ada fase ketika seseorang memilih berdamai dengan keadaan dan mendoakan kebahagiaan orang lain dari kejauhan.

“Kadang yang paling tulus bukan tentang memperjuangkan untuk tetap bersama, tetapi tentang belajar mengikhlaskan dan percaya bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan terbaik untuk semua pihak,” ujar Agung Dorian dalam keterangan resminya.

Nuansa emosional lagu semakin terasa lewat lirik “Hanya untaian nada yang mewakilkan untuk dikenang,” yang menjadi inti dari pesan “Nada Untuk Dikenang”. Musik dalam lagu ini digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan kenangan tanpa harus kembali tenggelam dalam luka lama.

Kolaborasi Agung Dorian dan Sara Riesma juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam single ini. Karakter vokal Sara yang lembut dan hangat menghadirkan chemistry emosional yang terasa natural. Perpaduan keduanya membuat lagu ini terdengar seperti dialog batin dua orang yang sama-sama belajar menerima kenyataan.

Secara musikal, “Nada Untuk Dikenang” tampil dengan aransemen minimalis namun tetap kuat secara atmosfer. Dominasi instrumen yang lembut dipadukan dengan vokal emosional membuat lagu ini terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar, terutama generasi muda yang akrab dengan fase kehilangan dan proses mengikhlaskan.

Di tengah maraknya lagu bertema romansa yang dramatis, Agung Dorian justru memilih pendekatan yang lebih tenang dan dewasa. Ia tidak menghadirkan amarah ataupun penyesalan berlebihan, melainkan refleksi tentang penerimaan dan doa baik bagi seseorang yang pernah dicintai.

Perilisan “Nada Untuk Dikenang” sekaligus memperlihatkan perkembangan warna musik Agung Dorian yang kini semakin matang dalam menyampaikan emosi melalui lirik maupun komposisi.

Single “Nada Untuk Dikenang” kini telah tersedia di berbagai platform digital musik dan mulai mendapat perhatian penikmat musik pop alternatif Indonesia.