Depok || Radarpost.id
Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri mengapresiasi terselenggaranya perayaan Lebaran Kukusan yang digagas Karang Taruna (Katar), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan stakeholder terkait, pada Minggu, 12 April 2026 di lapangan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok.
Dia menyebut Lebaran Kukusan yang dihelat kedua kalinya ini merupakan tradisi sederhana yang mengangkat budaya tempo dulu.
Menurutnya, Lebaran Kukusan menjadi upaya mempertahankan tradisi sederhana di masyarakat zaman dulu, salah satunya tradisi rantangan dengan makan bersama.
“Ini tradisi sederhana mengangkat budaya lebaran yang dilakukan warga zaman dulu, seperti rantangan, anak muda mengantar makanan ke orang tua, itu sebagai budaya menghormati orang tua, di event ini dimunculkan dengan pawai rantangan dan makan bersama,” kata Supian Suri.

Supian Suri yang akrab di sapa bang SS ini menuturkan Depok merupakan kota multi etnis yang kaya suku dan budaya, baik Betawi, Jawa, Sunda dan lain sebagainya. Sehingga, dalam kegiatan Lebaran Kukusan ini, semua etnis bersatu, mempertahankan keguyuban dan kebersamaan mereka.
“Suku Betawi di Depok 36 persen, Jawa 35 persen, itu data lama ya belum di update, bisa jadi sekarang suku Jawa lebih banyak,” tuturnya.
Dirinya berharap, kelurahan lain bisa mencontoh kegiatan ini, walaupun nantinya dikemas dalam bentuk yang berbeda
Ketua Panitia Lebaran Kukusan, Rian Indra, mengatakan kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang lahir dari kebersamaan warga sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan lintas generasi di lingkungan Kukusan.
Ia menjelaskan, tema yang diusung tahun ini adalah “Perayaan Rasa”, yang akan diwujudkan melalui pawai rantangan berisi beragam hidangan khas dari warga.
Selain itu, rangkaian acara akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan perwakilan RW, saweran doorprize, fun color war, hingga penampilan bintang tamu.

“Tahun ini kami juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bergabung. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 20 pelaku usaha yang akan ikut memeriahkan,” jelas Rian.
Semenatara itu Ketua Kukusan yang digagas Karang Taruna (Katar), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Syafrudin menambahkan, tradisi nyorog atau membawa makanan sebagai bentuk penghormatan kepada sesama juga menjadi bagian penting dalam Lebaran Kukusan.
“Lebaran tahun ini kita ramaikan sebagai wujud kebersamaan dan pelestarian budaya,” ungkap Safrudin.
“Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan semakin mempererat kebersamaan warga Kukusan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, tingginya partisipasi warga menjadi cerminan kuatnya semangat kebersamaan dan silaturahmi, terlebih masih dalam suasana Idulfitri.

“Ini menjadi momen untuk menyambut warga yang kembali dari kampung halaman. Warga Kukusan juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok atas dukungan fasilitas publik di wilayah Beji,” katanya.
Lurah Kukusan, Kholifah, melestarikan tradisi melalui perhelatan Lebaran Kukusan yang kembali digelar tahun ini, menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah masyarakat.
Lebaran Kukusan yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sebelumnya, sukses menarik antusiasme warga. Ribuan masyarakat turut meramaikan kegiatan tersebut setiap tahunnya.
“Alhamdulillah, Lebaran Kukusan sudah berjalan tiga kali dan pekan ini kembali dilaksanakan untuk yang keempat kalinya. Kami mengajak masyarakat, baik dari wilayah Kukusan maupun luar wilayah, untuk ikut meramaikan,” ujarnya.
Kholifah berharap, nilai-nilai kebersamaan seperti gotong royong dalam penyelenggaraan kegiatan secara swadaya dapat terus dijaga dan dilestarikan.
“Termasuk rasa kebahagiaan, kehadiran, serta empati antarwarga, seperti berbagi makanan kepada tetangga,” tutupnya.(**).













