Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Surveyor Indonesia dan Batik Capital Perkuat Sinergi, Dorong Pembiayaan Proyek Ramah Lingkungan

PT Surveyor Indonesia (Persero) menggandeng Batik Capital Connect Pte. Ltd. untuk mengembangkan ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) serta keuangan berkelanjutan.( Dok pribadi)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia kian diperkuat. PT Surveyor Indonesia (Persero) menggandeng Batik Capital Connect Pte. Ltd. untuk mengembangkan ekosistem ESG (Environmental, Social, and Governance) serta keuangan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari respons atas tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan pembangunan, hingga kebutuhan pembiayaan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, kedua pihak menargetkan lahirnya lebih banyak proyek berdampak langsung. Di antaranya pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, peningkatan akses pembiayaan bagi sektor hijau, serta penciptaan peluang ekonomi yang lebih inklusif.

Direktur Niaga & Operasi PT Surveyor Indonesia (Persero), Euis Emalia Noor, mengatakan penguatan ekosistem keuangan berkelanjutan harus memberikan manfaat konkret.

“Bagi kami, ini bukan hanya tentang membangun sistem yang kredibel, tetapi memastikan setiap inisiatif memberikan dampak nyata—baik lingkungan yang lebih baik, peluang ekonomi yang merata, maupun pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dalam kerja sama ini, penguatan standar transparansi, tata kelola, serta pengukuran dampak menjadi fokus utama. Hal ini dinilai penting agar proyek-proyek yang didanai benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara itu, Founder & Managing Director Batik Capital Connect, Adam M. Grabow, menilai tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan proyek berkelanjutan, melainkan pada pemanfaatan data yang belum optimal.

“Banyak data dan inisiatif sudah ada, tetapi belum terstruktur dan selaras dengan kebutuhan institusi keuangan. Dengan menghubungkan hasil terverifikasi dan kebutuhan permodalan, pembiayaan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kerja sama ini juga membuka peluang sinergi lebih luas dengan pemerintah serta lembaga pembiayaan pembangunan. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar berbagai program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terintegrasi dan memperkuat dampak.

Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Selain itu, langkah ini juga diarahkan untuk memastikan proses transisi berjalan adil, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat secara berkelanjutan.