Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

SMK Golden Tampilkan Kearifan Lokal dalam Program Internasional Bersama Siswa Belanda

banner 120x600

Kabupaten Bogor|| Radarpost.id

SMK Golden yang berlokasi di Jalan Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, menerima kunjungan pelajar dari Belanda dalam program School for School – Global Exploration Program 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara SMK Golden Indonesia dan Zwijsen College yang diinisiasi oleh Detara Foundation.

Mengusung tema “Connecting Culture, Taking Climate Action, Building Friendship – Together for Better Earth”, program ini menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif, budaya, hingga kewirausahaan yang melibatkan siswa dari kedua negara.

Kepala SMK Golden, Maya Rismayanti, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan dalam waktu singkat, namun tetap maksimal dalam menghadirkan pengalaman berkesan.

“Kami tetap memastikan kegiatan yang disiapkan tidak menghilangkan misi utama dari kunjungan ini,” ujarnya.

Hari pertama, Jumat (24/4/2026), diawali dengan penyambutan di ruang media yang dimeriahkan penampilan tari tradisional dan pemaparan profil sekolah. Para siswa Belanda kemudian diajak berkeliling lingkungan sekolah untuk mengenal fasilitas dan jurusan yang ada.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke dua lokasi utama, yakni situs sejarah Prasasti Ciaruteun (Batu Tulis) serta UMKM dodol khas Rancabungur. Di sana, siswa tidak hanya melihat, tetapi juga mempelajari nilai sejarah dan proses produksi kearifan lokal.
Setelah istirahat dan ibadah, kegiatan berlanjut dengan latihan tari bersama serta sesi presentasi hasil kunjungan. Menariknya, siswa juga mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) bersama guru dari Belanda sebagai bentuk kolaborasi pendidikan lintas negara.

Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4/2026), suasana semakin meriah dengan berbagai kegiatan kebersamaan. Dimulai dari senam pagi bersama, dilanjutkan turnamen futsal yang mempererat interaksi antar siswa.

Kegiatan market day menjadi salah satu highlight, di mana siswa memasarkan produk hasil karya mereka sekaligus memperkenalkan produk UMKM lokal.
Acara ini juga diramaikan dengan live cooking, fashion show bertema Hari Kartini, serta tari bersama seperti Tari Manuk Dadali.

“Melalui market day, siswa belajar langsung bagaimana memasarkan produk, sementara siswa dari Belanda bisa melihat prosesnya secara nyata,” kata Maya.

Perbedaan Jadi Kekuatan Kolaborasi
Menurut Maya, perbedaan budaya antara Indonesia dan Belanda justru menjadi kekuatan utama dalam program ini.

“Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk dipahami. Dari situ justru muncul saling pengertian dan memperkaya wawasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak jangka panjang dalam membangun hubungan harmonis antarbangsa.

“Harapannya, ke depan tidak ada konflik, justru tercipta perdamaian melalui saling memahami,” tambahnya.

Dengan jumlah sekitar 1.400 siswa dari empat jurusan—pemasaran, perhotelan, perkantoran (MPLB), dan teknik komputer jaringan SMK Golden terus berupaya meningkatkan kualitas melalui kerja sama global dan kemitraan industri.

Program magang (PKL), kunjungan industri, hingga kolaborasi internasional menjadi strategi untuk mempercepat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

“Tujuan kami adalah percepatan kualitas agar bisa menjadi pilihan utama di wilayah ini,” tegas Maya.