Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Program “Bake It Happen” Dorong Perempuan Kembangkan Usaha Baking Rumahan, Ini Tantangannya

Tren usaha baking rumahan terus menunjukkan pertumbuhan di Indonesia. Peluang ini dinilai semakin terbuka lebar, terutama bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha mandiri dari rumah.(Istimewa).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Tren usaha baking rumahan terus menunjukkan pertumbuhan di Indonesia. Peluang ini dinilai semakin terbuka lebar, terutama bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha mandiri dari rumah. Namun di balik potensi tersebut, masih banyak pelaku pemula yang menghadapi kendala mendasar, mulai dari konsistensi hasil hingga kepercayaan diri dalam memulai bisnis.

Finalis MasterChef Indonesia Season 2, Beng Budiarso, menyoroti bahwa tantangan utama bukan sekadar soal resep, melainkan kemampuan menjaga kualitas hasil baking secara konsisten.

“Banyak home baker pemula ragu memulai karena hasilnya belum stabil, seperti kue bantat atau tingkat kematangan yang tidak merata. Ini sering memengaruhi rasa percaya diri mereka,” ujarnya dalam sebuah workshop di Jakarta, Rabu (5/5/2026).

Menurutnya, selain teknik, faktor pendukung seperti peralatan juga turut menentukan hasil akhir. Ketidaktepatan alat sering kali menyebabkan pemborosan bahan baku dan berdampak pada biaya produksi.

Di sisi lain, data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menunjukkan bisnis roti dan kue rumahan mengalami pertumbuhan sekitar 10% per tahun, dengan potensi pasar mencapai Rp14 triliun. Sektor ini juga didominasi perempuan, yang menggerakkan lebih dari 60% pelaku UMKM di Indonesia.

Screenshot

Angka tersebut sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kewirausahaan berbasis rumah. Banyak pelaku usaha memulai bisnis dari skala kecil, memanfaatkan dapur sebagai tempat produksi sekaligus eksperimen produk.

Dalam praktiknya, pelaku usaha pemula perlu memperhatikan beberapa aspek penting, seperti konsistensi rasa, tampilan produk, hingga efisiensi waktu produksi. Selain itu, kemampuan menemukan ciri khas atau nilai jual unik juga menjadi faktor pembeda di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Tren produk seperti dessert box dan kue estetik menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas berperan dalam menarik minat konsumen. Produk dengan tampilan menarik dinilai memiliki nilai tambah, terutama untuk pasar digital dan penjualan berbasis media sosial.

Pengamat UMKM menilai, peluang usaha baking rumahan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan produk makanan praktis dan personal. Dukungan edukasi, pelatihan, serta pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar.

Dengan kombinasi keterampilan, kreativitas, dan perencanaan yang matang, usaha baking rumahan dinilai berpotensi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya perempuan.