Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

ProPak Indonesia 2026 Dibuka, Kemenperin dan Kemenpar Kompak Dorong Transformasi Industri Pangan Berbasis Teknologi

Pembukaan ProPak Indonesia 2026, pameran teknologi pengolahan dan pengemasan pangan yang digelar bersamaan dengan Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026.(Rr)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Transformasi teknologi menjadi kunci memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia. Pesan itu mengemuka dalam pembukaan ProPak Indonesia 2026, pameran teknologi pengolahan dan pengemasan pangan yang digelar bersamaan dengan Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Hall A1 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa (21/7/2026).

Pameran yang berlangsung hingga 24 Juli 2026 tersebut mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, akademisi, dan asosiasi dalam satu ekosistem untuk mempercepat adopsi inovasi di sektor pangan, minuman, dan hospitality.

Acara pembukaan turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yang menegaskan pentingnya sinergi antara industri makanan dan minuman dengan sektor pariwisata. Menurutnya, kualitas produk pangan, inovasi pengemasan, serta penerapan teknologi modern menjadi faktor yang semakin menentukan daya saing destinasi wisata Indonesia, terutama melalui sektor kuliner dan hospitality.

Kehadiran Kementerian Pariwisata juga mencerminkan semakin eratnya keterkaitan antara industri manufaktur pangan dan sektor pariwisata. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menciptakan peluang investasi, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk kuliner Indonesia di tingkat global.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie, mengatakan perkembangan industri saat ini menuntut perusahaan tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga membangun kolaborasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Perubahan industri yang semakin cepat mendorong kebutuhan akan akses terhadap teknologi sekaligus pemahaman mengenai penerapannya di berbagai proses bisnis. Melalui ProPak Indonesia 2026 bersama Food & Hospitality Indonesia, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, pemerintah, akademisi, dan asosiasi untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan, serta menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan industri makanan dan minuman masih menjadi penyumbang terbesar sektor manufaktur. Pada triwulan I 2026, sektor ini berkontribusi sekitar 42,01 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, sekaligus menjadi motor pertumbuhan industri nasional.

Pemerintah juga memproyeksikan industri makanan dan minuman tumbuh sekitar 6 persen sepanjang 2026 dengan kontribusi sekitar 7,41 persen terhadap PDB nasional.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian mengatakan pemerintah terus memperkuat daya saing industri melalui berbagai kebijakan, salah satunya program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi.

Menurutnya, pemerintah memberikan insentif berupa penggantian sebagian nilai investasi mesin dan teknologi baru sebesar 15 hingga 35 persen. Langkah tersebut diharapkan mendorong industri memperbarui teknologi sehingga produktivitas dan efisiensi produksi terus meningkat.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas bahan baku, pemenuhan standar keamanan pangan, serta kualitas proses produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Mengusung tema “The Integration of Food & Packaging”, ProPak Indonesia 2026 menghadirkan 70 perusahaan dari tujuh negara dan menargetkan sekitar 6.300 pengunjung profesional selama empat hari penyelenggaraan.

Berbagai teknologi yang dipamerkan meliputi sistem pengolahan makanan dan minuman, teknologi pengemasan, otomasi industri, laboratorium, keamanan pangan, hingga solusi pendukung lainnya. Pengunjung juga dapat mengikuti seminar industri, Business Matching, Global Technology Tour, Product Demonstrations, dan Packaging Design Clinic yang membahas tren teknologi, regulasi, inovasi kemasan, hingga keamanan pangan.

Penyelenggaraan ProPak Indonesia 2026 mendapat dukungan Kementerian Perindustrian bersama sejumlah asosiasi, seperti GAPMMI, Indonesian Packaging Federation (IPF), ASRIM, dan berbagai mitra industri lainnya.

Dengan mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, penyedia teknologi, dan sektor hospitality dalam satu platform, ProPak Indonesia 2026 diharapkan menjadi katalis percepatan transformasi industri pangan Indonesia menuju sektor yang lebih modern, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.