Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

UMKM Jakpus Didorong Melek Data, HIPMI: Pelaku Usaha Harus Siap Hadapi Ekonomi Baru

program “SCALE UP JAKPUS: Baca Data, Buka Peluang, Tingkatkan Omzet UMKM JakPus” yang digelar Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Pusat di Gedung PTSP Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.(Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Pusat didorong untuk lebih adaptif menghadapi perubahan ekonomi. Salah satu caranya dengan memanfaatkan data konsumsi, tren pasar, hingga akses kolaborasi bisnis agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi baru.

Dorongan tersebut mengemuka dalam program “SCALE UP JAKPUS: Baca Data, Buka Peluang, Tingkatkan Omzet UMKM JakPus” yang digelar Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Pusat di Gedung PTSP Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Pusat, Undich Sadewo Sunu, mengatakan pelaku UMKM saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi dalam menjalankan usaha.

“Pelaku usaha harus mampu membaca data konsumsi, tren ekonomi, dan potensi pasar agar strategi usaha yang dijalankan lebih tepat dan berkelanjutan,” ujar Undich dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, data ekonomi dapat menjadi acuan penting dalam menentukan segmentasi pasar, pengembangan produk, hingga strategi ekspansi usaha.

Selain membahas penguatan literasi data, acara tersebut juga menyoroti peluang kolaborasi bisnis bagi UMKM. Komisaris PT Jasamarga Related Business sekaligus Ketua Bidang XII Investasi dan Kerja Sama Antar Daerah BPD HIPMI Jaya, Samira Alatas, menyebut UMKM memiliki kesempatan masuk ke rantai pasok dan ekosistem bisnis yang terhubung dengan Jasamarga Group.

“Peluang kerja sama ini bisa menjadi ruang bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas usaha,” kata Samira.

Sementara itu, Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Denny Ramdany, mengapresiasi langkah HIPMI Jakarta Pusat dalam menghadirkan program pengembangan UMKM berbasis kolaborasi dan data.

Menurut Denny, penguatan kapasitas UMKM menjadi penting agar pelaku usaha lebih adaptif dan mampu bersaing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Kementerian Investasi/BKPM, Sona Maesana Mushonnif. Ia menilai UMKM perlu menjadi bagian dari rantai nilai investasi nasional agar memiliki peluang pengembangan bisnis yang lebih luas.

Di sisi lain, Kepala PTSP Jakarta Pusat, Iwan Kurniawan, mengatakan pelayanan publik saat ini tidak hanya sebatas administrasi perizinan, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang tumbuh bagi pelaku usaha.

“Ketika UMKM naik kelas, dampaknya bukan hanya pada peningkatan omzet, tetapi juga pertumbuhan ekonomi daerah dan terbukanya lapangan kerja baru,” ujar Iwan.

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat, Teguh Agung Hartanto, mengatakan program SCALE UP JAKPUS menjadi bagian dari komitmen HIPMI dalam membantu UMKM berkembang melalui akses jejaring, data, dan peluang kolaborasi strategis.

Acara ini juga menghadirkan pembahasan mengenai akses perbankan, pengembangan usaha, hingga strategi memperluas pasar bagi UMKM di Jakarta Pusat.