Jakarta|| Radarpost.id
Konser tunggal “20 Tahun Suara Sammy Simorangkir” atau 20SSS menjadi perjalanan emosional yang merangkum dua dekade karier musik Sammy Simorangkir. Digelar di Tennis Indoor Senayan, Rabu (13/5), konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang nostalgia, perayaan, dan ungkapan kehilangan yang personal.
Dengan balutan busana serba putih dan tata panggung bernuansa elegan, Sammy membuka malam lewat lagu “Cinta Putih”. Vokal khasnya yang kuat berpadu dengan aransemen orkestra membuat atmosfer konser langsung terasa megah sekaligus intim.
Sepanjang lebih dari dua setengah jam, Sammy membawakan deretan lagu yang melekat kuat di perjalanan kariernya seperti “Sedang Apa dan di Mana”, “Luka yang Luas”, “Dia”, hingga “Kau Harus Bahagia”. Penonton pun larut bernyanyi bersama, menciptakan suasana hangat penuh nostalgia.
Tak hanya memainkan lagu-lagu miliknya sendiri, Sammy juga menghadirkan tribute emosional untuk Chrisye lewat medley “Untukku”, “Seperti yang Kau Minta”, “Kisah Cintaku”, dan “Pergilah Kasih”. Momen itu membawa penonton kembali pada era pop Indonesia 90-an yang penuh kenangan.
Salah satu kejutan malam itu adalah saat Sammy memperkenalkan versi recycle lagu “Setia” milik Pongki Barata. Lagu tersebut disebut akan dirilis ulang tahun ini sebagai proyek kolaborasi terbaru mereka.
Atmosfer konser berubah semakin meriah ketika Fabio Asher naik ke panggung. Keduanya membawakan lagu “Bisakah?” dan “Kesedihanku” dengan harmonisasi emosional yang mendapat sambutan meriah penonton. Sammy juga tampil enerjik lewat lagu “Tabola Bale” bersama Fabio dan Jacson Zeran.
Namun, titik paling emosional hadir saat Sammy membawakan lagu baru berjudul “Rumah Tak Lagi Sama”, lagu yang ia tulis untuk mengenang mendiang ayahnya, Doli Natalup Simorangkir. Sammy mengaku rumah terasa berbeda sejak sang ayah meninggal dunia.
Saat lagu dibawakan, layar panggung menampilkan foto-foto kenangan sang ayah. Sammy beberapa kali terlihat mengusap air mata dan sempat berhenti bernyanyi karena tak mampu menahan haru. Suasana semakin emosional ketika sebuah pesan suara dari ayahnya diperdengarkan di tengah konser.
Konser 20SSS juga menjadi panggung nostalgia bagi penggemar Kerispatih. Sammy membawakan sederet hits yang membesarkan namanya bersama band tersebut, mulai dari “Demi Cinta”, “Tapi Bukan Aku”, “Mengenangmu”, “Aku Harus Jujur”, hingga “Tak Lekang oleh Waktu”.
Kejutan berlanjut ketika Sammy tampil satu panggung bersama personel Kerispatih saat ini, termasuk Fandy Santoso, membawakan lagu “Tertatih”. Momen reuni itu terasa hangat saat Sammy juga mengajak gitaris Arief Morada tampil bersama di lagu “Bila Rasaku Ini Rasamu”.
Konser kemudian ditutup dengan lagu “Masih Ada” milik Warna. Penonton pulang membawa suasana haru sekaligus perayaan perjalanan panjang Sammy Simorangkir sebagai salah satu vokalis pop pria paling ikonik di Indonesia.













